Profil
· Profil Balai
· Sasaran Pelayanan
· Visi dan Misi
· Tugas Pokok Dan Fungsi
· Pendistribusian Tugas
· Survei Persepsi Korupsi
· Survei Kepuasan Masyarakat
· Standar Pelayanan
· Struktur Organisasi
· Pegawai dan Kode Etik Pegawai
· Maklumat Pelayanan
· Jam Pelayanan dan Budaya Kerja

Menu Utama
· Depan
· Akun Anda
· Arsip Berita
· Kirim Berita
· Kontak
· Search
· Top 10
· Topics

Login
Nama Login

Password

Daftar
Lupa Password.

ATENSI: Serah Terima Bayi Terlantar oleh Polres Lombok Tengah Ke Balai Paramita
Dikirim oleh paramita pada Kamis, 07 Oktober 2021 (8 kali dibaca)
Berita

PRAYA (7 Oktober 2021) – Kementerian Sosial melalui Balai Paramita di Mataram menerima penyerahan bayi terlantar yang ditemukan oleh warga di Jalan Baypass, Kecamatan Labulia Kabupaten Lombok Tengah pada tanggal 25 September 2021 lalu. Penyerahan dilakukan oleh Unit PPA Polres Lombok Tengah, dalam hal ini Aipda Pipin Setyaningrum kepada Balai “Paramita”, dalam hal ini diwakili oleh Lalu Zohri selaku Sub Koordinator Bidang Asesmen dan Advokasi Sosial.

Penyerahan bayi ini juga disaksikan oleh Kanit Reskrim Polsek Jonggat, Aipda Badreyasa, Dinas Sosial Kabupaten Lombok Tengah, dalam hal ini diwakili oleh Pendamping Rehabilitasi Sosial, Azhari, pasangan suami istri penemu bayi, Junaedi dan Suniarti, serta Retno Yuli Wjayanti selaku Pekerja Sosial Balai Anak Paramita Mataram.

Sebelumnya Balai Paramita” di Mataram melakukan penjangkauan kasus terkait penemuan bayi, namun pihak yang menemukan bayi tidak bersedia menyerahkan bayi ke negara. Mereka ingin merawat sendiri bayi yang ditemukan tersebut dan berencana untuk mengadopsi bayi tersebut. Tim yang turun pun menjelaskan jika pasangan tersebut dapat melakukan pengangkatan anak, namun harus melalui prosedur yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Setelah melakukan dua kali mediasi pada 26 September 2021 dan 05 Oktober 2021, keluarga penemu bayi tetap tidak bersedia menyerahkan bayi.

Menyikapi hal tersebut, Balai Paramita berkoordinasi dan bersinergi dengan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) dan Unit PPA Polres Lombok Tengah. Berdasarkan hasil koordinasi tersebut, maka keluarga Bapak Junaiedi bersedia menyerahkan bayi ke Negara, dalam hal ini Balai Anak Paramita’ Mataram.

“Jika Pasangan Bapak Junaedi dan Ibu Suniarti memiliki peluang yang sama dengan Pasangan COTA yang lain, namun harus memenuhi persyaratan yang telah ditentukan oleh pemerintah. Sementara dalam hal pemberkasan, pasangan ini akan dibantu oleh Pendamping Rehabilitasi Sosial Kab. Lombok Tengah.” Tandas Lalu Zohri pada kesempatan tersebut.

Kanit PPA Polres Lombok Tengah menuturkan, “Selama proses penyidikan mengenai siapa pelaku pembuangan bayi, maka bayi akan dirawat dan diasuh sementara di Balai Paramita Mataram.

Balai Paramita tetap berkomitmen untuk memberikan pelayanan prima dan pengasuhan sementara untuk kepentingan terbaik bagi anak.

 

Tim Kehumasan Balai Paramita

 



(selengkapnya... | ATENSI | Nilai: 0)

Balai Paramita Lepas Pisah Praktikan Mahasiswa Poltekesos
Dikirim oleh paramita pada Kamis, 07 Oktober 2021 (6 kali dibaca)
Berita

LOMBOK BARAT (07 Oktober 2021) – Kepala Balai “Paramita” di Mataram secara langsung melepas 2 (dua) orang praktikan yang telah praktik selama kurang lebih 50 hari untuk mengaplikasikan konsep dan ilmu pekerjaan sosial yang telah diterima di Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung. Muhamad Ari Purnamaaji dan Lailivia Cahye Inges adalah mahasiswa tingkat akhir Pekerjaan Sosial Poltekesos Bandung yang berasal dari Lombok Nusa Tenggara Barat. Selama kurang lebih 2 bulan, mereka melakukan layanan langsung kepada Penerima Manfaat (PM) dalam balai.

Dalam sambutannya, Kepala Balai Paramita, I Ketut Supena menyampaikan, “Terima kasih atas partisipasinya sudah melakukan praktik disini. Apabila tahun depan akan melakukan penelitian untuk skripsi di Balai Paramita, silakan, maka kalian akan fokus dan lebih spesifik dalam bekerja.” Tutur Supena.

“Sebagai akademisi, adik-adik harus memahami paradigma baru dalam rehabilitasi sosial dalam penanganan Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) mulai dari charity, Community Organization dan Community Development, Humanity, hingga pada akhirnya saat ini Kementerian Sosial menyelenggarakan program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI)” imbuh Supena.

Supena juga menjelaskan bahwa saat ini Balai “Paramita” sedang memprioritaskan Sentra Kreasi ATENSI (SKA) yang juga menjadi salah satu program unggulan Kementerian Sosial RI khususnya di Balai Rehabilitasi Sosial. Oelh karenanya, dengan adanya mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi yang sedang praktik di Balai “Paramita” dapat menjadi agen promosi untuk memperkenalkan SKA “Paramita” ke khalayak umum.

“Yang terpenting saat ini adalah adik-adik fokus pada tujuannya sebagai mahasiswa untuk lulus dan mengabdi pada masyarakat. Tentunya nanti akan ada yang senang yang tidak pada kita, ada yang pro dan ada yang kontra pada kebijakan kita. Tentunya, hal positif tetap harus kita junjung tinggi dan perjuangkan.” Imbuh Supena dalam akhir sambutannya.

Selanjutnya, perwakilan mahasiswa Poltekesos turut menyampaikan pesan dan kesannya selama berpraktik di Balai “Paramita” di Mataram, “terima kasih atas penerimaannya yang luar biasa, fasilitas yang sangat baik, serta kami diizinkan untuk menginap di dalam balai tentunya hal tersebut sebagai wujud kami dapat mengaplikasikan ilmu yg kami dapatkan dari Kampus.” Ungkap M. Ari Purnamaaji.

Di akhir sesi pelepasan mahasiswa Poltekesos , kedua mahasiswa menyerahkan plakat sebagai cinderamata yang diberikan oleh Poltekesos kepada Balai “Paramita” di Mataram. Tentunya diharapkan bahwa hubungan kerjasama Balai “Paramita” dengan Poltekesos Bandung akan terus terjalin hingga Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya Pekerja Sosial dalam balai mampu dapat meng-upgrade ilmu pelayanan pekerjaan sosial untuk Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS).

 

Penulis: Den Ardani AS.



(selengkapnya... | Nilai: 0)

ATENSI: BALAI PARAMITA JANGKAU LANJUT USIA TERLANTAR
Dikirim oleh paramita pada Minggu, 03 Oktober 2021 (9 kali dibaca)
Berita

LOMBOK BARAT (01 Oktober 2021) - Balai “Paramita” di Mataram melalui Tim Reaksi Cepat (TRC) nya  merespon kasus Lanjut Usia (Lansia) terlantar yang tidak memiliki rumah di Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat.

Lanjut Usia yang direspon merupakan seorang perempuan bernama Inaq Suradi berusia 75 tahun yang dulunya hidup berpindah-pindah (nomaden) dari satu tempat ke tempat lain di tengah hutan dan kini tinggal sendiri dalam gubuk di atas lahan milik orang lain.

Saat ini kondisi kesehatan Inaq sudah tidak mampu beraktivitas secara maksimal. Selain karena tidak adanya saudara yang mampu merawatnya, Inaq tersebut tidak cukup memperoleh asupan gizi yang maksimal sehingga hal tersebut mempengaruhi kondisi kesehatannya.

Tim TRC Paramita bersama Pejabat Dinas Sosial Lombok Barat, Petugas Kecamatan Lingsar, LSM Ashabul Yamin, Kadus setempat dan Pendamping Rehabilitasi Sosial Kabupaten Lombok Barat mendatangi ke lokasi Inaq Suradi.

Tim TRC Paramita melakukan asesmen permasalahan dan kebutuhan Inaq.

Hasil asesmen yang diperoleh Tim adalah ketiadaan kartu identitas Inaq yang menjadi hambatan untuk memperoleh program bantuan pemerintah. Selanjutnya tim berkoordinasi dengan Kepala Dusun setempat dan Petugas Kecamatan Lingsar untuk membantu mengupayakan penyelesaian Kartu Identitas Inaq tersebut sehingga beliau dapat mengakses berbagai program bantuan Pemerintah.

Pada kesempatan tersebut pula pihak Kepala Dusun berkomitmen untuk membantu proses pengurusan KTP dan KK Inaq Suradi dan lebih lanjut pengurusan identitas tersebut akan dibantu oleh petugas kecamatan yang juga turut hadir pada kunjungan penjangkauan kasus tersebut.

Tim Reaksi Cepat Balai “Paramita”,  menyerahkan bantuan berupa Sembako, bahan makanan penambah nutrisi serta selimut kepada Inaq Suradi.

Kepala Dusun setempat menyampaikan  “Terima kasih kami ucapkan kepada  Balai Paramita Kementerian Sosial yang telah turut peduli kepada warga kami, tentunya ini akan bermanfaat bagi beliau.  Selanjutntya, atas arahan dan koordinasi yang dilakukan oleh Tim Paramita, kami selaku pihak desa akan berupaya dengan cepat mengurus identitas Inaq Suradi agar dapat terakses dengan program pemerintah lainnya.”

 

Tim Kehumasan Balai Paramita



(selengkapnya... | ATENSI | Nilai: 0)

ATENSI: Tim Advokasi Balai Paramita Berikan Edukasi Penanganan Bayi Terlantar
Dikirim oleh paramita pada Minggu, 03 Oktober 2021 (8 kali dibaca)
Berita

LOMBOK TENGAH (26 September 2021) - Tim Respon Kasus Balai “Paramita” di Mataram telah menjangkau kasus bayi terlantar yang dibuang oleh orang tuanya dan kasusnya viral di media sosial dengan tautan: https://www.instagram.com/p/CUO0F9xr5Ex/?utm_medium=copy_link . Bayi berjenis kelamin perempuan tersebut ditemukan di atas trotoar Jalan Bypass - Labulia kecamatan Jonggat, Sabtu (25/09/2021) pagi.

Kondisi bayi saat dilakukan penjangkauan adalah sehat dan nampak gemuk. Tidak adanya keluhan atau sakit yang diderita oleh bayi tersebut. Hal tersebut berdasarkan informasi yang Tim Balai “Paramita” dapatkan dari pihak kepolisian sektor Jonggat yang menyampaikan bahwa pada saat ditemukan, penemu bayi langsung membawanya ke bidan desa setempat untuk diperiksa kondisi kesehatannya, dan pihak bidan desa memberikan imunisasi HB nol dan injeksi vitamin K1. Pada saat diperiksa, kondisi fisik bayi adalah beratnya 3100 gram, panjang badan 50 cm, lingkar kepala 34 cm, lingkar lengan atas 12 cm, umur dari lahir diperkirakan baru 3 jam.

Usia pernikahan pasangan suami istri tersebut belum 5 tahun dan pada beberapa hari yang lalu istri penemu bayi mengalami keguguran janin. Kondisi perekonomian keluarga tersebut dapat dikatakan kurang dikarenakan pekerjaan ayah yang hanya serabutan, namun keluarga tersebut optimis dapat memberikan hak-anak kepada bayi yang ditemukan tersebut.

Pada saat melakukan mediasi dengan keluarga, Balai “Paramita” menyampaikan bahwa bayi tersebut merupakan bayi terlantar dan merupakan bayi negara. Tim Balai “Paramita” menyarankan agar bayi mendapatkan perawatan dan pengasuhan dalam balai sambil menunggu proses pencarian orang tua kandung bayi tersebut. Namun keluarga yang menemukan bayi tersebut keberatan untuk menyerahkan bayi kepada Balai “Paramita” dengan alasan dan asumsi bahwa bayi tersebut merupakan rezekinya dan merupakan anak yang ditakdirkan Tuhan untuk mereka. Oleh karenanya, agar tidak terjadi polemik di lingkungan masyarakat khususnya penemu bayi tersebut.

Selanjutnya Tim Advokasi Balai “Paramita” menyusun rencana jangka pendek untuk intervensi, antara lain:     monitoring kondisi bayi secara berkala oleh petugas Balai Paramita untuk memastikan keamanan dan keselamatan anak serta terpenuhinya hak hak hidup dasar anak tersebut, menyarankan keluarga penemu bayi untuk mengurus administrasi foster care sesuai dengan PP nomor 44 tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pengasuhan Anak (apabila akan mengajukan untuk adopsi anak dipastikan tidak bisa karena sesuai dengan PP nomor 54 tahun 2007 tentang Pelaksanaan Pengangkatan Anak, maka syarat usia pernikahan keluarga tersebut tidak dapat terpenuhi), dan Pendampingan oleh pendamping rehabilitasi sosial Kabupaten Lombok Tengah.

 

Penulis: Den Ardani AS.



(selengkapnya... | ATENSI | Nilai: 0)

ATENSI: Balai “Paramita” Kemensos berikan Alat Sensor Ketinggian Air untuk PD Sensorik N
Dikirim oleh paramita pada Minggu, 03 Oktober 2021 (11 kali dibaca)
Berita

KENDAL (23 September 2021) – Kementerian Sosial melalui Balai "Paramita" di Mataram memperkenalkan alat sensor ketinggian air kepada Penyandang Disabilitas Sensorik Netra yang berasal dari beberapa wilayah di Provinsi Jawa Tengah, antara lain: Banyumas, Batang, Grobogan, Jepara, Karanganyar, Kendal, Kota Salatiga, Kudus, Pati, Pekalongan, Pemalang, Semarang dan Sleman.

Kepala Balai “Paramita”, I Ketut Supena, menyerahkan langsung 9 alat bantu sensor ketinggian air kepada PD Sensorik Netra di Kabupaten  Kendal yang hadir pada Kunjungan Kerja Menteri Sosial RI dan DPR Komisi VIII di Kabupaten Kendal.

Pada kesempatan tersebut, Ketut menyampaikan “Alat sensor ketinggian air ini merupakan karya Balai "Paramita" di Mataram, agar saudara-saudara kami Penyandang Disabilitas Sensorik Netra tidak lagi memakai cara mencelupkan jari telunjuk saat ingin  air yang dituangkan tidak sampai tumpah. Namun saat pandemi covid-19  cara mencelupkan jari sampai menyentuh air berpotensi menyebarkan virus covid-19 atau saat mereka ingin menuangkan air panas cara mencelupkan jari telunjuk tidak bisa dilakukan.” Tutur Ketut

“Maka alat ini dengan sistem kerjanya yang sangat mudah yaitu hanya dicantolkan dibibir gelas dan saat ujung sensor menyentuh air akan mengeluarkan suara sebagai singnal air sudah cukup dan tidak sampai tumpah. Kami berencana untuk memproduksi dalam jumlah lebih banyak agar penyandang disabilitas sensorik netra khususnya yang katagori totally blind bisa lebih banyak terbantu” Imbuh Ketut.

 

 Penulis: Den Ardani AS.



(selengkapnya... | ATENSI | Nilai: 0)

ATENSI: Kunjungan Lapangan Kemenko PMK ke Balai Paramita
Dikirim oleh paramita pada Senin, 20 September 2021 (16 kali dibaca)
Berita

 

MATARAM (16 September 2021) – Balai “Paramita” menerima kunjungan dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK). Kunjungan tersebut dilaksanakan dalam rangka upaya perlindungan terhadap Pekerja Migran Indonesia yang telah dipulangkan sebagai Deportan asal Malaysia, yang mana 51 orang diantaranya berasal dari Provinsi Nusa Tenggara Barat dan salah satunya mendapatkan pemberdayaan di Balai “Paramita” dengan menjadi instruktur handicraft .

 

Sebanyak 14 orang yang hadir dalam kunjungan ini, yaitu Asisten Deputi Pemenuhan Hak, Perlindungan dan Pemberdayaan Perempuan Kemenko PMK, Direktur Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Luar Negeri (PTKLN) Ditjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja (Binapenta)  dan PKK Kementerian Ketenagakerjaan, Asisten Deputi Perlindungan Hak Perempuan dan Tindak Pidana Perdagangan Orang Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Koordinator Rehabilitasi Sosial Korban Perdagangan Orang Kementerian Sosial, Direktur Perlindungan dan Pengawasan Kawasan Asia dan Afrika Badan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Nusa Tenggara Barat serta turut hadir dalam kunjungan tersebut Kepala BP2MI Provinsi Nusa Tenggara Barat.

 

Selain berkunjung untuk melakukan upaya perlindungan bagi Pekerja Migran Indonesia Bermasalah (PMIB) yang telah dipulangkan, rombongan tamu juga meninjau Sentra Kreasi ATENSI (SKA) “Paramita” yang sudah dikenal oleh masyarakat. Rombongan juga berkesempatan melihat inovasi-inovasi yang ada di Paramita.

 

Kegiatan dilaksanakan di Ruang Pelayanan Publik Balai “Paramita” dan dimulai pukul 15:10 WITA. Ketut Supena dalam sambutannya mengatakan “Suatu kehormatan bagi Balai Paramita mendapatkan kunjungan dari Kemenko Bidang PMK beserta jajarannya. Menjadi suatu energi positif bagi kami untuk dapat menunjukkan secara nyata pelaksanaan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) di Balai Paramita, salah satunya bisa kita lihat hasil karya dan inovasi Penerima Manfaat Balai yang memiliki nilai ekonomis dan mampu bersaing di pasaran.” Tutur Supena.

 

“Balai Paramita sebagai bagian dari representasi Kementerian Sosial senantiasa siap melakukan upaya terbaik bagi permasalahan sosial yang ada di masyarakat khususnya di wilayah NusaTenggara Barat. Selain itu, sesuai arahan Menteri Sosial, kami diarahkan untuk merespon kasus dari berbagai macam klaster, itulah yang dinamakan multilayanan," Imbuh Supena dalam sambutannya.

 

Selain pertemuan di SKA “Paramita”, rombongan didampingi langsung oleh Kepala Balai dan pejabat struktural melakukan office tour untuk mengetahui kegiatan yang dilakukan oleh Balai “Paramita” dalam melakukan rehabilitasi sosial, merubah perilaku penerima manfaat dan menumbuhkan kemandirian ekonomi mereka melalui sentra-sentra kewirausahaan. Supena mengawalinya dengan mengunjungi spot terapi vokasional anak mulai dari otomotif, pertukangan, daur ulang dan las. Selanjutnya, rombongan menuju ke area asrama Gunung Pengsong untuk mengetahui pembudidayaan jamur.

 

Kemudian, Supena juga menunjukkan budidaya ikan nila dan ikan koi di area belakang Balai “Paramita”. Tak berhenti disana, Supena juga mengajak rombongan untuk menuju ke Area Bee Entrepreneurship (budidaya lebah madu), seluruh anggota rombongan yang turut hadir sangat antusias merasakan madu yang dihasilkan oleh lebah “Paramita”.

 

Selain mengunjungi spot-spot vokasional Balai “Paramita”, Kepala Balai juga mengajak rombongan mengunjungi asrama putri dan bayi untuk sekedar berkomunikasi dengan Penerima Manfaat. Tidak sedikit peserta rombongan yang terharu mendengar kisah PM Putri dan juga kronologi penemuan bayi terlantar tanpa diketahui orang tuanya.

 

Penulis: Den Ardani AS.



(selengkapnya... | ATENSI | Nilai: 0)

ATENSI: Paramita Berikan ATENSI Kepada Lansia bedridden
Dikirim oleh paramita pada Senin, 20 September 2021 (11 kali dibaca)
Berita

 LOMBOK BARAT (13 September 2021) - Kementerian Sosial melalui Balai "Paramita" di Mataram melaksanakan Implementasi Program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) terhadap Lanjut Usia.                                  

 

Berdasarkan hasil asesmen komprehensif yang dilakukan oleh Pendamping Rehabilitasi Sosial Kabupaten Lombok Barat terhadap Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS), ditemukan bahwa “Mu” merupakan lansia bedridden. kesehariannya beliau diurus oleh istrinya. Sejak “Mu” sakit, keduanya tidak memiliki pendapatan dan makan seadanya dari tetangga sekitar.

 

Sebelum “Mu” sakit, beliau dapat menghidupi anak dan istrinya dengan bekerja sebagai pemulung. Penghasilan pun tidak menentu namun cukup untuk biaya makan sehari-hari “Mu” dan keluarganya.

 

Rumah yang di tempati “Mu” tidak layak karena berdinding batako yang sudah retak akibat gempa tahun 2018 lalu. “Mu” pun tidak pernah mendapat bantuan apapun termasuk bantuan rumah bekas gempa. Rumah tersebut juga terlihat hampir rubuh dan tidak mempunyai pintu, lantainya pun masih beralaskan tanah.

 

Saat ini “Mu” juga mengalami sakit kencing darah, namun karena keterbatasan ekonomi sehingga beliau hanya bisa diam dan menahan rasa sakit, bahkan hingga saat ini “Mu” juga tidak tercatat sebagai peserta jaminan kesehatan (BPJS).

 

Pada kesempatan ini, menindaklanjuti hasil asesmen pendamping rehabilitasi sosial, Balai Paramita menyalurkan bantuan berupa Spring Bed dan bantal masing-masing 1 buah, sprei 1 set dan makanan siap saji 10 pack.

 

Selain itu, tim Balai Paramita berkoordinasi dengan Kepala Dusun Bug-Bug Desa Bug-bug Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat, Pekerja Sosial Balai Paramita dan Pendamping Rehabilitasi Sosial membantu proses pengusulan jaminan kesehatan Lanjut Usia melalui Kepala Dusun yang hadir dalam penyerahan Program ATENSI bagi Lanjut Usia berjalan lancar, sehingga “Mu” dapat mengakses berbagai layanan dan program pemerintah khususnya bidang kesehatan.

 

"Semoga bantuan dari Balai Kementerian Sosial ini dapat meringankan beban Bapak Mu" ungkap Ketut Supena, Kepala Balai “Paramita”.

 

Penulis: Den Ardani AS.



(selengkapnya... | ATENSI | Nilai: 0)

ATENSI: Paramita Kembangkan Ciplukan
Dikirim oleh paramita pada Senin, 20 September 2021 (13 kali dibaca)
Berita

 LOMBOK BARAT (04 September 2021) - Kementerian Sosial melalui Balai Paramita di Mataram mengembangkan tanaman Ciplukan. Menurut informasi dari beberapa sumber referensi, Buah yang memiliki rasa manis agak asam dikenal dalam bahasa latin Physalis Angulata ini kaya akan vitamin C yang bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

 

Sesuai arahan Menteri Sosial, balai-balai dihimbau untuk membudidayakan tanaman-tanaman langka yang memiliki nilai ekonomis, oleh karena itu Balai Paramita menindaklanjuti dengan mengembangkan ciplukan yang banyak tumbuh subur di area persawahan  di Nusa Tenggara Barat.

 

Ciplukan mengandung antioksidan yang tinggi yang juga dapat menjaga kesehatan mata, mengatasi hipertensi, mencegah diabetes dan membantu sistem pencernaan tubuh.

 

Selain itu, pengembangan Ciplukan juga bertujuan untuk merangsang jiwa wirausaha Penerima Manfaat (PM) dengan memanfaatkan potensi sumber di lingkungan sekitar tempat tinggal PM. Ciplukan memiliki nilai ekonomi yang bisa menambah penghasilan,  terbukti ciplukan sudah banyak dijual di supermarket.

 

"Tanaman ciplukan sangat mudah dikembangbiakkan dengan biji dan dapat tumbuh diterik matahari langsung. Tidak banyak kendala untuk dapat membudidayakan ciplukan ini, yang terpenting dalam pembudidayaan tanaman ini pada lahan yang terpapar sinar matahari langsung." Tutur kustadi, instruktur mix farming Balai Paramita.

 

"Ciplukan saya baca dibeberapa sumber memiliki kandungan vitamin C, ini cocok untuk pemenuhan vitamin C Penerima Manfaat di Balai, sehingga dalam kondisi pandemi Covid-19 ini, imun Penerima Manfaat tetap terjaga dengan baik." Tutur Ketut Supena Kepala Balai Paramita.

 

Penulis: Den Ardani AS.



(selengkapnya... | ATENSI | Nilai: 0)

ATENSI: Pemberdayaan Alumni PM Putri Melalui SKA
Dikirim oleh paramita pada Senin, 20 September 2021 (9 kali dibaca)
Berita

 LOMBOK BARAT (03 September 2021) - Kementerian Sosial melalui Balai “Paramita” di Mataram menjalankan tugas dan fungsinya untuk melakukan rehabilitasi sosial bagi Penerima Manfaat (PM) baik dalam Balai yang berbasis residensial maupun di luar balai yang berbasis komunitas atau keluarga serta bimbingan lanjut pasca PM terminasi dan reunifikasi kembali ke Keluarga.

 

Salah satu Alumni PM Putri Balai Paramita, “A”, merupakan anak korban kejahatan seksual yang telah menjalani asistensi rehabilitasi sosial dalam balai untuk memulihkan kondisi psikologisnya serta kesiapan melahirkan bayi. Ia datang pada bulan April 2021 serta menunjukkan progres sikap positif dan antusiasmenya dalam menjalankan setiap fase dan jadwal yang diberikan oleh Balai Paramita. Tentunya seluruh rangkaian jadwal yang diberikan kepada “A” dilakukan secara sistematis dengan pendampingan sosial yang diberikan oleh para profesional seperti: pekerja sosial, perawat, psikolog.

 

Pasca melahirkan dan reunifikasi kepada keluarga pada bulan Agustus 2021 lalu, "A" menggeluti keterampilan dan bisnis keluarga pembuatan gula aren yang juga didampingi oleh kakak kandungnya. Ia cukup bersemangat untuk melanjutkan usaha yang dimiliki oleh keluarganya.

 

Tak ingin tinggal diam, Balai "Paramita" yang kini tengah berinovasi dalam mengembangkan Sentra Kreasi ATENSI (SKA) dan memunculkan beragam produk hasil kreativitas anak pun ingin turut andil dalam pengembangan bakat dan kemampuan serta passion yang dimiliki oleh "A".

 

Langkah yang telah diambil oleh Balai "Paramita" adalah dengan memasarkan produk gula aren yang diproduksi oleh "A" di rumahnya yang berada di Lombok Utara. Gula Aren yang telah dikemas apik dipasarkan melalui etalase yang dipajang di SKA Balai maupun promosi secara langsung.

 

Promosi langsung yang dilakukan oleh Balai "Paramita" diawali dari promosi di lingkup kecil yakni pegawai di lingkungan balai dilanjutkan dengan mitra terdekat balai. Dan terbukti, 10 kilogram gula aren yang telah diorder oleh SKA Paramita ludes terjual dalam hitungan menit, tak sampai 1 jam.

 

"Kami tentunya turut berbangga dapat melahirkan anak-anak yang tak berputus asa meskipun pernah mengalami permasalahan sosial yang berat. Selama anak berada di Balai kami memberikan penguatan, terapi, pendampingan dan dukungan dukungan sosial yang mengarah tak sekedar pada perubahan perilaku namun juga pada kemandirian anak. Dan kini terbukti, anak alumni balai kami telah mandiri dan mampu bersaing di luar sana." Tutur Ketut Supena, Kepala Balai "Paramita".

 

Supena sangat optimis bahwa setelah ini akan ada alumni-alumni Balai "Paramita" yang juga akan menyusul "A" dalam memproduksi hasil karya yang mampu bersaing secara maksimal di masyarakat.

 

Penulis: Den Ardani AS.



(selengkapnya... | ATENSI | Nilai: 0)

ATENSI: Balai Paramita Lakukan Penandatanganan PKS dengan 14 LKSA
Dikirim oleh paramita pada Senin, 20 September 2021 (16 kali dibaca)
Berita

 

LOMBOK BARAT (03 September 2021) - Balai Paramita milik Kementerian Sosial melakukan penandatanganan Perjanjian Kerjasama dengan 14 Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) yang berada di Pulau Lombok sebagai inisiasi awal layanan ATENSI tahap kedua tahun 2021.

 

Kegiatan yang dilakukan di Sentra Kreasi ATENSI (SKA) Paramita ini dihadiri oleh masing-masing Ketua LKSA yang berasal dari 5 Kabupaten Kota di Pulau Lombok Provinsi Nusa Tenggara Barat, diantaranya adalah 2 LKSA dari Kota Mataram, 6 LKSA dari Kabupaten Lombok Barat, 4 LKSA dari Kabupaten Lombok Tengah, 1 LKSA dari Kabupaten Lombok Timur dan 1 LKSA dari Kabupaten Lombok Utara serta pendamping rehabilitasi sosial kabupaten kota masing-masing.

 

"Kami mengundang Bapak dan Ibu Ketua LKSA mitra kami ini dalam rangka Program ATENSI Komunitas, data anak yang Bapak dan Ibu ajukan akan kami usulkan untuk mendapatkan ATENSI sesuai dengan hasil asesmen yang telah dilakukan oleh pekerja sosial. Tentunya ini akan membawa dampak positif bagi anak-anak di LKSA dalam mewujudkan tumbuh kembangnya." Tegas Ketut Supena, Kepala Balai Paramita dalam sambutannya.

 

Dalam sambutan tersebut pula, Kepala Balai menjelaskan profil Balai Paramita sebagai pusat layanan sosial dan sekretariat bagi pilar-pilar kesejahteraan sosial khususnya pendamping rehabilitasi sosial baik pendamping anak, pendamping penyandang disabilitas, pendamping lansia, Taruna Siaga Bencana (TAGANA) maupun pilar lainnya. Selain itu, Balai sedang berfokus pada kemandirian anak secara ekonomi sehingga diharapkan SKA menjadi sarana anak-anak dalam balai untuk belajar secara maksimal dalam mengembangkan potensi dan bakatnya.

 

"Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan dan perhatian pemerintah khususnya Kementerian Sosial yang masih peduli terhadap anak dampingan kami. Kami berupaya semaksimal mungkin untuk dapat melengkapi segala berkas yang dipersyaratkan dalam ATENSI ini. Semoga urusan penyaluran program ini dimudahkan dan tidak ada permasalahan yang berarti." Ungkap Sihabudin, Ketua Forum LKSA Kabupaten Lombok Barat.

 

Di akhir sesi pertemuan tersebut, Kepala Balai Paramita dan seluruh Ketua LKSA menandatangani Perjanjian Kerjasama antara Balai dengan LKSA disaksikan oleh pejabat struktural dan pendamping rehabilitasi sosial.

 

Penulis: Den Ardani AS.



(selengkapnya... | ATENSI | Nilai: 0)

ATENSI: Terapi Anak Retardasi Mental Lombok Barat
Dikirim oleh paramita pada Minggu, 29 Agustus 2021 (24 kali dibaca)
Berita

LOMBOK BARAT (28 Agustus 2021) - Kementerian Sosial melalui Balai "Paramita" di Mataram memberikan layanan rehabilitasi sosial bagi Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus berinisial R yang didiagnosa masuk dalam kategori Moderate Mental Retardation (Keterbelakangan Mental tingkat sedang) dan selama ini tidak diberikan berinteraksi dengan lingkungan luar rumahnya.

 

R merupakan seorang anak perempuan berusia 8 tahun yang mendapatkan Layanan ATENSI residensial. Ketika dirujuk ke balai pada bulan Juni 2021.

 

Kondisi R cukup memprihatinkan dimana anak cenderung menghindar dan menolak untuk didekati oleh orang yang baru ditemui serta tidak dapat berkomunikasi. Hal ini disebabkan kemampuan intelektual (IQ) R yang termasuk dalam kategori moderate mental retardation. R juga kurang mendapatkan stimulus karena selalu dikurung di dalam rumah dan tidak diberikan kesempatan untuk berinteraksi dengan orang lain.

 

Tim rehabilitasi sosial yang terdiri dari Pekerja Sosial, Psikolog, Perawat dan pengasuh fokus berusaha meningkatkan kemandirian R yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus, motorik kasar dan motorik mulut; meningkatkan activity daily skill (toilet training, makan/minum, berpakaian, mandi, sikat gigi); meningkatkan kemampuan interaksi sosial, respon sosial, dan kemampuan beradaptasi di lingkungan sosial; serta meningkatkan kemampuan berkomunikasi.

 

Intervensi yang diberikan kepada R menggunakan Behavior Modification Therapy dengan memadukan berbagai teknik diantaranya reinforcement, extinction, shaping dan chaining. Dengan tetap diberikan stimulus melalui behavior modification therapy secara konsisten maka hal ini akan menjadi dampak yang positif terhadap perubahan diri R dan meningkatkan kemandirian R.

 

Perkembangan rehabilitasi sosial yang telah dicapai R diantaranya meningkatnya kemampuan motoriknya  seperti memegang gelas, memegang makanan dan bertepuk tangan, meningkatnya kemampuan toilet training (khususnya dalam buang air kecil), mandi, makan dan minum, meningkatnya kemampuan interaksi sosial, beradaptasi dan respon sosial dimana R sudah mau mendekati orang lain saat dipanggil atau untuk mendapatkan hal yang diinginkannya.

 

Selain itu R mampu merespon permintaan orang lain, menyalami orang lain, mau mencoba berbaur dengan orang lain di lingkungan sosialnya.

 

Dalam hal kemampuan berbicara saat ini R sudah mulai mau menirukan dan mengucapkan beberapa kata, contohnya ketika R diminta mengatakan kata satu maka R akan mengucapkan “tu”, pengucapan kata tiga R akan mengucapkan “ga”.

 

Penerapan behavior modification therapy juga diterapkan dalam area permainan. Hal ini dilakukan ketika R diajak untuk bermain dengan anak lain di balai.

 

Tujuan dari penerapan behavior modification dalam area permainan adalah untuk meningkatkan interaksi sosial, respon sosialnya dan kemampuannya dalam beradaptasi dengan orang di sekelilingnya.

 

Selain itu, untuk meningkatkan kemampuan interaksi sosial, R diberikan terapi rekreasional, dimana anak sering dibawa keluar kamar dan berinteraksi dengan alam. Tanaman-tanaman dan pepohonan dapat memberikan efek rileks dan menenangkan bagi anak. Hal tersebut diberikan lantaran selama hidupnya, R sejak bayi hingga berusia 8 tahun selalu berada di dalam kamar dan tidak pernah berinteraksi dengan lingkungan dan orang-orang di sekitar tempat tinggal oleh ayah kandungnya. 

 

"Dengan sentuhan para profesional Balai Paramita seperti pekerja sosial, psikolog, perawat dan pengasuh dapat mengoptimalkan kemandirian anak. Hal tersebut terbukti, 2 bulan anak berada di balai, saat ini sudah menunjukkan perkembangan yang signifikan. Terapi-terapi yang diberikan tentunya memperhatikan banyak aspek, salah satunya observasi tingkat burn out anak dalam menjalankan aktivitas rutin dalam balai." tutur Ketut Supena, Kepala Balai "Paramita" Mataram.

 

Penulis: Den Ardani AS.



(selengkapnya... | ATENSI | Nilai: 0)

Kepala Balai Serahkan Hadiah Untuk PM Berprestasi
Dikirim oleh paramita pada Minggu, 29 Agustus 2021 (26 kali dibaca)

 

LOMBOK BARAT (27 Agustus 2021) - Kepala Balai "Paramita" didampingi Kasubag Tata Usaha dan Kepala Seksi Layanan Rehabilitasi Sosial secara langsung memberikan hadiah kepada Penerima Manfaat Putra yang telah memenangkan Juara Kedua Lomba Fotografi tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Sosial dalam rangka Hari Anak Nasional tahun 2021.

 

Terdapat tiga Penerima Manfaat (PM) putra yang mendapatkan hadiah dari Kementerian Sosial, selain hadiah utama yang diberikan atas prestasi Fadli dalam Lomba Fotografinya, terdapat dua PM Putra yang juga mendapatkan hadiah atas keaktifannya mengikuti rangkaian kegiatan webinar anak dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional, hadiah tersebut masing-masing diberikan kepada Prasetyo dan Hidayat.

 

Dalam sambutannya, "Prestasi ini merupakan bibit potensi dalam diri kalian. Apabila kalian sudah pulang ke rumah terapkan apa yang dipelajari disini, pelajari teknik menanam jamur, ketika sukses kalian dapat menjual ke Balai ini." tutur Ketut Supena, Kepala Balai "Paramita".

 

"Kalau mau serius hasilnya akan baik dan diharapkan orang tua, kalau tidak mau disiplin ya yang rugi diri kalian sendiri. Keberhasilan dan kesuksesan tergantung pada diri kalian sendiri. Sukses berawal dari penempaan diri yang keras dan disiplin dalam segala hal." imbuh Supena.

 

 

Di akhir sesi pemberian hadiah, Supena kembali mengingatkan PM untuk senantiasa menggunakan waktu selama menjalani layanan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) residensial dalam balai dengan sebaik-baiknya. Waktu yang diberikan hanya singkat jadi beliau berpesan untuk dapat mempergunakannya guna mengembangkan kemampuan anak melalui keterampilan vokasional dan segala sarana prasarana yang ada di balai.

 

Penulis: Den Ardani AS



(selengkapnya... | Nilai: 0)

ATENSI: Balai Paramita Tanda Tangani Perjanjian Kerjasama dengan BNN NTB
Dikirim oleh paramita pada Jumat, 27 Agustus 2021 (19 kali dibaca)
Berita

 

MATARAM (26 Agustus 2021) – Kementerian Sosial melalui Balai “Paramita” melakukan penandatanganan kerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Nusa Tenggara Barat tentang Layanan Rehabilitasi Medis dan Rehabilitasi Sosial bagi Anak Korban Penyalahguna Narkotika sebagai upaya pelaksanaan program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) di kantor BNN.

Kepala BNN Provinsi NTB, Gagas Nugraha menerima langsung kedatangan Kepala Balai “Paramita” dan sejenak berdiskusi tentang rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial langsung di ruang pimpinan. Dalam kesempatan pertemuan tersebut, keduanya berbincang perihal permasalahan sosial anak dan perkembangan kasus Napza yang ditangani oleh Balai “Paramita”.

Selanjutnya, pada pukul 09:25 WITA, Kepala Balai bersama Kepala BNN Provinsi NTB masuk ke ruang pertemuan kantor BNN Provinsi guna memulai acara penandatanaganan perjanjian kerjasama penanganan anak penyalahguna Narkotika dalam hal rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial.

“Sebenarnya selama ini kita telah menjalin kerjasama dalam praktik penanganan terhadap anak penyalahguna narkotika, namun memang belum ada payung hukum yang kuat untuk sinergitas kedua lembaga ini, dengan adanya kerjasama ini diharapkan hubungan kerjasama semakin kuat dan penanganan kuratif bagi anak penyalahguna narkotika semakin optimal. Tentunya, selain upaya kuratif kita juga dapat melakukan fungsi preventif dengan adanya penyuluhan-penyuluhan kepada masyarakat tentang bahaya narkotika.” Pungkas Gagas dalam sambutannya.

“Balai Paramita merupakan lembaga milik Kementerian Sosial yang betugas untuk menyelenggarakan program Asistensi Rehabilitasi Sosial untuk mewujudkan  perubahan perilaku  anak dan terwujud kemandirian anak secara ekonomi, khususnya bagi anak penyalahguna narkotika". Tutur Ketut Supena, Kepala Balai “Paramita” di Mataram.

Seusai sambutan dari kedua kepala instansi tersebut, dilanjutkan penandatangan perjanjian kerjasama yang memuat beberapa klausul kaitannya dengan rehabilitasi sosial dan medis terhadap anak korban penyalahguna narkotika. Pada akhir sesi pertemuan tersebut, Kepala BNN Provinsi NTB menyerahkan plakat hubungan kerjasama antar dua lembaga sebagai wujud komitmen untuk melanjutkan penanganan secara holistik dan sistematis kepada anak.

Penulis: Den Ardani AS



(selengkapnya... | ATENSI | Nilai: 0)

ATENSI: Balai Paramita Presentasikan Unit Pelayanan Publik Mewakili Kemensos
Dikirim oleh paramita pada Jumat, 27 Agustus 2021 (25 kali dibaca)
Berita

MATARAM (25 Agustus 2021) - Balai "Paramita" sebagai perwakilan dari Kementerian Sosial RI dalam Evaluasi Unit Pelayanan Publik yang diadakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara melaksanakan presentasi yang langsung dipaparkan oleh Kepala Balai.

Kepala balai memaparkan beberapa poin , antara lain: program layanan, standar pelayanan, jenis pelayanan, informasi yang dapat diakses masyarakat, layanan pengaduan, maklumat pelayanan, survei kepuasan masyarakat dan komponen penilaian lainnya.

Sistem informasi melalui media elektronik dilakukan melalui aplikasi media sosial yang dapat diakses oleh masyarakat. Adapun media elektronik yang dapat dijadikan sebagai media layanan publik ada Website Balai, Facebook dan Instagram. Selain itu juga, Balai Paramita melakukan pelayanan langsung kepada masyarakat yang membutuhkan informasi dengan datang langsung ke balai dan menuju ke ruang pelayanan publik di bagian depan.

Selain memaparkan perihal kondisi layanan publik, Kepala Balai juga memaparkan perihal inovasi-inovasi yang dilakukan oleh Balai Paramita, antara lain: "Pinter Ya Anak di Parama Coffee" yakni Pusat Informasi Terpadu Pelayanan Anak di Parama Coffee. Selain itu juga terdapat juga inoovasi "Abah Lo Ego Menari" merupakan Anak Berhadapan dengan Hukum Kelola Eceng Gondok Masyarakat Umum Menjadi Mandiri.

"Semua inovasi pelayanan publik yang telah balai lakukan telah dipublikasikan melalui media YouTube agar masyarakat mengetahui langkah-langkah besar yang telah dilakukan Balai Paramita untuk mendapatkan tempat di hati masyarakat khususnya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Tentunya, tidak sedikit masyarakat yang mengapresiasi akan segala inovasi yang telah Balai Paramita lahirkan." tutur Ketut Supena, Kepala Balai Paramita.

Selain memaparkan hal-hal tersebut di atas, Kepala Balai juga memberikan penjelasan perihal sarana dan prasarana penunjang seperti: front office layanan konsultasi dan informasi, serta ragam banner dan papan informasi yang menyediakan tampilan yang mudah dipahami oleh masyarakat.

Tentunya hal tersebut sebagai upaya dan komitmen balai dalam memberikan layanan yang integratif, holistik, terstandar dan mudah diakses.

 

Penulis: Den Ardani AS.



(selengkapnya... | ATENSI | Nilai: 0)

ATENSI: Balai Paramita Respon Kasus Lansia Bedridden di Lombok
Dikirim oleh paramita pada Jumat, 27 Agustus 2021 (18 kali dibaca)
Berita

LOMBOK BARAT (22 Agustus 2021) - Kementerian Sosial melalui Balai Paramita di Mataram mengirimkan Tim Reaksi Cepat (TRC) guna merespon kasus Lanjut Usia (Lansia) yang tidak mampu bangun atau beraktivitas di Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat.

 

Lansia yang direspon merupakan seorang perempuan berusia 76 tahun dan menderita stroke selama 2 bulan dan tidak mampu menjalankan Activity Daily Living tanpa bantuan orang lain. Rakyah, nama sesosok ibu yang direspon oleh TRC Paramita bersama Sakti Peksos tinggal bersama anaknya yang juga sudah berusia 61 tahun dan cucunya yang berusia 37 tahun.

 

Ketiganya hidup dalam kondisi yang sangat sederhana. Salmiah, anak yang tinggal dengannya menuturkan, "ibu kami sudah lama sakit dan kami hanya rawat semampu kami dengan segala keterbatasan keluarga." ungkapnya dengan nada sedih.

 

Ibu Rakyah tidur beralaskan perlak seadanya begitu juga dengan anggota keluarga yang lain. Oleh karena, TRC Paramita memberikan bantuan berupa kasur, dan juga makanan siap saji serta diapers khusus lansia untuk memudahkan Rakyah apabila ingin Buang Air Kecil.

 

Supena berharap bahwa dengan adanya bantuan dari Balai Paramita dapat bermanfaat dan meningkatkan optimisme dan semangat hidup bagi keluarga tersebut.

 

Penulis: Den Ardani AS.



(selengkapnya... | ATENSI | Nilai: 0)

ATENSI: Balai Paramita gelar Dapur Umum dan Distribusikan Telur Rebus Untuk Nakes
Dikirim oleh paramita pada Jumat, 20 Agustus 2021 (24 kali dibaca)
Berita

 

MATARAM (19 Agustus 2021) - Balai "Paramita" laksanakan arahan Menteri Sosial RI untuk membuka Dapur Umum dan Memasak Telur Rebus.

 

Sedikitnya 24 pegawai balai baik yang berstatus PNS maupun PPNPN berbaur untuk memasak telur rebus guna didistribusikan kepada Tenaga Kesehatan yang menangani permasalahan COVID di Pulau Lombok ini.

 

Pekan sebelumnya, Kepala Balai didampingi sub koordinator bidang asesmen dan advokasi sosial telah melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial guna menjalin kerjasama dalam rangka penyelenggaraan Dapur Umum di Balai "Paramita". Pihak Dinas Sosial menyambut baik dan  siap membantu sarana prasarana yang dibutuhkan oleh balai ataupun sekedar dukungan tenaga teknis.

 

Hari ini, tim Dapur Umum merebus sejumlah 2.100 telur ayam. Bertempat di Lapangan terbuka hijau area ruang pelayanan publik, seluruh pegawai yang turut membantu sangat antusias menyukseskan kegiatan tersebut.

 

Tim Dapur Umum membagi tugas dalam proses memasak telur hingga pengemasan. Beberapa bertugas di dapur, beberapa bertugas untuk menyiapkan sarana pembungkus telur yang sudah matang, dan juga persiapan kelengkapan administrasi penyerahterimaan barang kepada sasaran.

 

Semuanya berpacu dan semangat mengerjakan setiap fase pembuatan telur rebusnya. Tentunya seluruh pegawai menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Masker menjadi alat utama untuk melindungi diri dari resiko penyebaran COVID-19 yang wajib dikenakan oleh seluruh pegawai.

 

"Semuanya bekerja dengan maksimal seperti arahan Bu Menteri Sosial. Seluruh pegawai berkontribusi dalam pembuatan, pengemasan, dan pendistribusian telur ayam rebus ini guna memenuhi kebutuhan protein bagi tenaga kesehatan yang bertugas dalam penanggulangan COVID-19 di institusi kesehatan." Tutur Ketut Supena, Kepala Balai.

 

Selanjutnya setelah 2.100 butir telur telah dikemas dengan baik, petugas pendistribusian segera menyiapkan kendaraan dan bersiap menuju ke lokasi sasaran penyaluran telur.

 

Terdapat 8 lembaga kesehata di Kota Mataram yang menjadi sasaran pemberian telur rebus karya Dapur Umum "Paramita" ini, antara lain: Rumah Sakit Umum Provinsi NTB mendapatkan 300 butir telur, Rumah Sakit Kota Mataram mendapatkan 300 butir telur, Rumah Sakit Unram mendapatkan 202 butir telur, Rumah Sakit Bhayangkara Mataram mendapatkan 220 butir telur, Rumah Sakit Jiwa "Mutiara Sukma" mendapatkan 200 butir telur, Puskemas Pagesangan, Karang Pule, dan Cakranegara masing-masing mendapatkan 100 butir telur.

 

Sedangkan di Kabupaten Lombok Barat, terdapat 3 lembaga kesehatan yang menjadi lokasi sasaran pendistribusian telur, antara lain: Rumah Sakit Gerung sebanyak 250 butir telur, Rumah Sakit Awet Muda Narmada 200 butir telur dan 100 butir telur untuk tenaga medis di Puskesmas Labuapi.

 

"Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan kepedulian Kementerian Sosial kepada tenaga kesehatan yang ada disini, bantuan ini akan sangat bermanfaat bagi kami. Kami terima dan akan kami serahkan kepada masing-masing petugas medis disini" ujar Drg. Rina Yulia Wulandari, dokter yang sedang bertugas di Puskesmas Karang Pule Kota Mataram.

 

Penulis: Den Ardani AS.



(selengkapnya... | ATENSI | Nilai: 0)

ATENSI: Balai Paramita Laksanakan Vaksinasi PM dan Pegawai Balai
Dikirim oleh paramita pada Jumat, 20 Agustus 2021 (44 kali dibaca)
Berita

 MATARAM (19 Agustus 2021) - Kementerian Sosial melalui Balai "Paramita" melaksanakan percepatan program vaksinasi bagi anak Penerima Manfaat (PM) dan juga pegawai Balai. Bekerjasama dengan Rumah Sakit Bhayangkara Mataram sebagai lembaga mitra, kegiatan vaksinasi gelombang kedua ini diikuti oleh 20 anak dan 5 orang pegawai.

 

Periode sebelumnya, pada bulan Juni dan Juli telah dilaksanakan vaksinasi bagi pegawai pada gelombang pertama. Sedikitnya 30 pegawai baik PNS maupun PPNPN telah mengikuti vaksinasi gelombang pertama.

"Sinergitas dengan lembaga mitra sangat diperlukan guna mendukung program percepatan vaksinasi bagi anak-anak balai." tegas Ketut Supena, Kepala Balai Paramita Mataram.

Oleh karenanya, pada kesempatan tersebut Kepala Balai "Paramita" juga menyampaikan terima kasih kepada Rumah Sakit Bhayangkara Mataram atas dukungan dan bantuannya bagi PM Balai "Paramita".
 
 

 
"RS Bhayangkara Mataram sebagai bagian dari Kepolisian Republik Indonesia (POLRI), siap membantu masyarakat maupun lembaga mitra kami, terutama di bidang kesehatan. Semoga hubungan baik ini senantiasa tetap terjalin dengan baik," ungkap Dokter Mike, sebagai Wakil Kepala RS Bhayangkara.

Anak-anak terlihat antusias untuk diberi vaksin Covid-19. JH salah seorang PM Putra mengatakan bahwa awalnya ia takut jarum, namun pada saat disuntik tidak terasa tiba-tiba perawatnya mengatakan sudah selesai.

Di akhir sesi, Kepala Balai "Paramita" mengarahkan anak-anak yang telah menjalani vaksinasi untuk istirahat cukup dan tetap menjaga protokol kesehatan seperti mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak.

Penulis:
 Den Ardani AS.


(selengkapnya... | ATENSI | Nilai: 0)

ATENSI: Balai Paramita Gelar Pelatihan Baca Tulis Braille, Massage dan Barista
Dikirim oleh paramita pada Senin, 16 Agustus 2021 (26 kali dibaca)
Berita

MATARAM (13 Agustus 2021) - Balai "Paramita" Kementerian Sosial di Mataram menggelar pelatihan baca tulis braille, massage dan barista. Ini dilakukan sebagai upaya untuk memberikan layanan yang komprehensif bagi semua ragam Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS).

 

Sesuai arahan Ibu Menteri Sosial,  Balai di lingkungan Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial menyelenggarakan Asistensi Rehabilitasi Sosial terhadap semua klaster PPKS. Balai "Paramita" sebelumya merupakan Balai yang memberikan layanan kepada Anak Yang Memerlukan Perlindungan Khusus, namun saat ini Balai "Paramita" memberikan layanan kepada PPKS lainnya seperti penyandang disabilitas.

 

Dalam rangka mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) balai yang kompeten yang mampu memberikan layanan Asistensi Rehabilitasi Sosial kepada semua PPKS, maka Balai "Paramita" melaksanakan pelatihan baca tulis braille, massage dan barista, serta dalam waktu dekat juga akan dilaksanakan pelatihan keterampilan Bahasa Isyarat.

 

Ketut Supena, Kepala Balai "Paramita" yang selalu mendampingi pada sesi pelatihan mengatakan, "SDM Balai Paramita harus secara cepat  menguasai knowledge dan skill dalam rangka dengan  pelaksanaan multifungsi balai dengan pelatihan baca tulis braille, massage, barista dan beberapa hari lagi akan dilaksanakan pelatihan bahasa isyarat, sehingga kita  mampu mewujudkan keberfungsian sosial PPKS di luar klaster anak", ungkap Supena.

 

Mira Nitakusminar, Pekerja Sosial Balai "Paramita" sebagai peserta pelatihan baca tulis braille mengatakan "sangat sulit karena ini merupakan ilmu baru bagi kami, namun syaa senang sekali mendapatkan pengetahuan baca tulis braille ini, semoga pengetahuan baca tulis braille ini bisa kami manfaatkan untuk mencapai kesuksesan penyandang disabilitias sensorik netra. Sebagai Pekerja Sosial yang diproyeksikan untuk mengatasi permasalahan sosial yang multilayanan, merupakan suatu keharusan bagi kami para pekerja sosial untuk dapat menggunakan berbagai sarana penunjang pelayanan." tutur Mira.

 

Tak hanya baca tulis braille, pelatihan massage juga diberikan kepada pegawai balai untuk memperkaya kemampuan dan keterampilan dalam memberikan pelayanan langsung kepada PPKS. Pelatihan ini tentunya diharapkan dapat dijadikan sebagai bekal untuk terapi vokasional.

 

Aidayati Ruhmana, perawat Balai "Paramita" pada kesempatan tersebut mengatakan, "pelatihan ini sangat berharga bagi kami, hal ini dapat diaplikasikan tidak hanya untuk diajarkan kepada PPKS namun juga diaplikasikan kepada yang membutuhkan kaitannya dengan keluhan-keluhan kesehatan." ujarnya.

 

Selain baca tulis braille dan massage , pegawai Balai Paramita juga mendapatkan pelatihan barista. Hal tersebut diberikan guna menunjang Sentra Kreasi ATENSI (SKA) Paramita. Instruktur yang mengampu pelatihan tersebut turut memberikan pelatihan langsung kepada Penerima Manfaat (PM) yang akan menjalankan SKA kedepannya.

 

Seluruh kegiatan pelatihan yang dilaksanakan selama 5 hari. Kegiatan yang dimulai pukul 09:00 WITA sampai pukul 16:00 WITA dilakukan dengan metode dua arah yang tidak hanya memberikan materi namun juga praktik secara langsung. Acara diikuti oleh seluruh peserta dengan sangat antusias. Seluruh peserta kegiatan fokus pada penyampaian materi instruktur yang mengampu keterampilan. Harapan dari Kepala Balai Paramita tentunya agar kegiatan ini dapat optimal diserapkan dan diaplikasikan serta bermanfaat bagi banyak orang.

 

Penulis: Den Ardani AS.



(selengkapnya... | ATENSI | Nilai: 0)

ATENSI: Program ATENSI Berbasis Keluarga bagi Anak Penyandang Disabilitas Berat
Dikirim oleh paramita pada Sabtu, 31 Juli 2021 (50 kali dibaca)
Berita

LOMBOK BARAT (30 Juli 2021) - Kementerian Sosial melalui Balai "Paramita" di Mataram melaksanakan intervensi Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) terhadap Anak Penyandang Disabilitas Berat berbasis keluarga.

 

Berdasarkan hasil asesmen komprehensif yang dilakukan oleh Pekerja Sosial Balai "Paramita" terhadap Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) Muharom Al-Farizi  di Dusun Samajaya Desa Montong Are, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat, diperoleh hasil asesmen terkait kebutuhan anak yang mencakup terapi Muharom agar bisa berjalan, terapi tangan kiri yang tidak bisa digerakkan, serta asesmen kebutuhan sekolahnya. Selain itu, dilakukan asesmen kepada orangtuanya karena sesuai hasil wawancara pekerja sosial bahwa modal dagang ibunya habis untuk biaya bolak balik ke Rumah Sakit saat Muharom menjalannkan terapi di Rumah Sakit.

 

Dari hasil asesmen tersebut, Balai "Paramita" menindaklanjuti dengan mendorong keluarga agar terus mengantar terapi okupansi dan psikomotorik di Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) NTB dengan jadwal Senin dan Kamis serta Kementerian Sosial juga memberikan bantuan modal usaha warung kelontong yang akan dijalankan oleh ibunya agar kedepannya keluarga anak dapat mandiri finansial untuk mengurus dan merawat Anak agar dapat pelayanan kesehatan dan pendidikan.

  

 

Bantuan yang diberikan berupa: seragam sekolah, perlengkapan sekolah (tas sekolah, buku tulis, buku gambar, pensil warna, bolpoin, pensil, penghapus, rautan pensil, penggaris, pensil warna dan kotak pensil), susu formula & susu cair, bahan perlengkapan jualan gorengan (tepung terigu, tepung kanji dan minyak goreng), minuman ringan untuk anak-anak, makanan ringan untuk anak, mi instan, mi gelas, jajanan manisan anak-anak, plastik bungkus makanan dan cup minuman ringan, serta kopi sachet. dengan jumlah barang sebanyak 55 item senilai Rp. 1.750.000,-

 

Ayah Muharom Al-Farizi, Sahroni, sangat berterimakasih kepada Kementerian Sosial, beliau mengatakan, "Terima kasih atas segala yang diberikan kepada anak kami dan telah peduli terhadap  kami sekeluarga  semoga Muharom cepat bisa berjalan dan sehat serta bantuan warung kontong ini dapat kami kembangkan", ungkap Sahroni.

 

Ketut Supena yang turut terjun langsung dalam penyerahan program Asistensi berbasis keluarga tersebut menuturkan, "Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial melaksanakan Program Asistensi Rehabilitasi Sosial berbasis keluarga, komunitas dan residensial agar permasalahan yang dihadapi PPKS terselesaikan dengan tuntas, dalam kasus Muharom ini kami tangani secara komprehensif, anaknya kita penuhi kebutuhan dasarnya keluarganya kita bantu peningkatan usaha ekonomi produktifnya", pungkas Ketut.

 

Penulis: Budi Surya HP 

Editor: Den Ardani AS.



(selengkapnya... | ATENSI | Nilai: 5)

ATENSI: Rapat Teknis Persiapan Acara HAN 2021
Dikirim oleh paramita pada Rabu, 28 Juli 2021 (30 kali dibaca)
Berita

MATARAM (28 Juli 2021) - Balai "Paramita" lakukan rapat teknis persiapan kegiatan Hari Anak Nasional Tahun 2021. Kegiatan yang dimulai pukul 09:00 WITA dipimpin langsung oleh Kepala Balai dan dihadiri oleh 22 orang pegawai baik PNS maupun PPNPN.

 

Dalam rapat, Kepala Balai, I Ketut Supena menyampaikan, "saat ini kita menjadi Lokus Pelayanan Publik sebagai wakil Kementerian Sosial, namun kita tidak hanya sekedar berbangga diri, namun juga persiapkan diri untuk menunjukkan performance terbaik. Tunjukan evidence yang dapat merepresentasikan action-action dalam rangka uji petik oleh Kemenpan RB." Hal tersebut disampaikan sebagai kalimat pembuka rapat.

 

Selanjutnya Supena menuturkan, "Kita akan melaksanakan Hari Anak Nasional secara internal Balai dengan Protokol Kesehatan secara ketat untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19."

  

Supena mengingatkan pada seluruh pegawai untuk senantiasa mengenakan masker di lingkungan Balai. MASKERMU MELINDUNGIKU adalah jargon yang Supena tekankan kepada seluruh pegawai Balai Paramita.

 

Selanjutnya Kepala Balai mengingatkan bahwa seluruh pekerjaan yang dilakukan oleh seluruh pegawai ditekankan untuk fokus dan serius untuk menghasilkan kinerja yang produktif dan maksimal.

 

Terkait dengan Sentra Kreasi ATENSI, Supena menuturkan bahwa pada tanggal 19 Agustus 2021, SKA Paramita akan diresmikan oleh Ibu Menteri Sosial secara virtual, sehingga Supena mengarahkan agar Person in Charge (PIC) masing-masing sentra untuk terus menerus semangat melakukan inovasi-inovasi sehingga usaha-usaha yang diampu bersama anak semakin meningkat.

 

Di akhir rapat, Supena menutup dengan arahan kepada Panitia kegiatan HAN untuk dapat melaksanakan kegiatan sebaik-baiknya dengan memperhatikan Protokol Kesehatan secara ketat.

 

Penulis: Den Ardani AS.



(selengkapnya... | ATENSI | Nilai: 5)

Hit

Kami sudah menampilkan
950698
halaman sejak October 2009

Pencarian



Hubungi Kami-Layanan Pengaduan
Hubungi Kami


Hasil Konsultasi dan Pengaduan
Hasil Konsultasi dan Pengaduan

Mars, Yel-Yel, Office Tour dalam Rangka ZI WBK/WBBM



Zona Integritas


E-SIQAP
Dokumen E-SIQAP Balai Paramita 2021

Artikel Sebelumnya
Selasa, Juli 27
· Sentra Layanan Sosial milik Kemensos Efektif Sebagai Pusat Layanan Terpadu
· Balai Kemensos membuat Alat Bantu bagi PD Sensorik Netra
Sabtu, Juli 24
· Kemensos jadi Lokus Evaluasi Pelayanan Publik oleh Kemenpan RB
Kamis, Juli 22
· Penandatanganan PKS ATENSI Balai Paramita Serentak dengan 57 LKSA di 3 Provinsi
Rabu, Juli 21
· Paramita Kemensos Buat Shibori Cantik
Minggu, Juli 18
· Penerima Manfaat Balai Paramita Kemensos Panen dan Olah Masakan Ikan Nila
· ABH Balai Paramita Tidak Henti Ciptakan Sarana Aksesibilitas
· Balai Paramita Lakukan Pemberdayaan Bagi Pekerja Migran Indonesia Bermasalah dar
· Balai Paramita Panen Ubi Ungu Bersama Kepala Dinas Sosial NTB
· Balai Paramita Lakukan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama dengan Bank Mandiri

Artikel Lama

BRSAMPK PARAMITA MATARAM
Kementerian Sosial Republik Indonesia