Profil
· Profil Balai
· Sasaran Pelayanan
· Visi dan Misi
· Tugas Pokok Dan Fungsi
· Pendistribusian Tugas
· Survei Persepsi Korupsi
· Survei Kepuasan Masyarakat
· Standar Pelayanan
· Struktur Organisasi
· Pegawai dan Kode Etik Pegawai
· Maklumat Pelayanan
· Jam Pelayanan dan Budaya Kerja

Menu Utama
· Depan
· Akun Anda
· Arsip Berita
· Kirim Berita
· Kontak
· Search
· Top 10
· Topics

Login
Nama Login

Password

Daftar
Lupa Password.

ATENSI: Kunjungan Lapangan Kemenko PMK ke Balai Paramita
Dikirim oleh paramita pada Senin, 20 September 2021 (2 kali dibaca)
Berita

 

MATARAM (16 September 2021) – Balai “Paramita” menerima kunjungan dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK). Kunjungan tersebut dilaksanakan dalam rangka upaya perlindungan terhadap Pekerja Migran Indonesia yang telah dipulangkan sebagai Deportan asal Malaysia, yang mana 51 orang diantaranya berasal dari Provinsi Nusa Tenggara Barat dan salah satunya mendapatkan pemberdayaan di Balai “Paramita” dengan menjadi instruktur handicraft .

 

Sebanyak 14 orang yang hadir dalam kunjungan ini, yaitu Asisten Deputi Pemenuhan Hak, Perlindungan dan Pemberdayaan Perempuan Kemenko PMK, Direktur Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Luar Negeri (PTKLN) Ditjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja (Binapenta)  dan PKK Kementerian Ketenagakerjaan, Asisten Deputi Perlindungan Hak Perempuan dan Tindak Pidana Perdagangan Orang Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Koordinator Rehabilitasi Sosial Korban Perdagangan Orang Kementerian Sosial, Direktur Perlindungan dan Pengawasan Kawasan Asia dan Afrika Badan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Nusa Tenggara Barat serta turut hadir dalam kunjungan tersebut Kepala BP2MI Provinsi Nusa Tenggara Barat.

 

Selain berkunjung untuk melakukan upaya perlindungan bagi Pekerja Migran Indonesia Bermasalah (PMIB) yang telah dipulangkan, rombongan tamu juga meninjau Sentra Kreasi ATENSI (SKA) “Paramita” yang sudah dikenal oleh masyarakat. Rombongan juga berkesempatan melihat inovasi-inovasi yang ada di Paramita.

 

Kegiatan dilaksanakan di Ruang Pelayanan Publik Balai “Paramita” dan dimulai pukul 15:10 WITA. Ketut Supena dalam sambutannya mengatakan “Suatu kehormatan bagi Balai Paramita mendapatkan kunjungan dari Kemenko Bidang PMK beserta jajarannya. Menjadi suatu energi positif bagi kami untuk dapat menunjukkan secara nyata pelaksanaan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) di Balai Paramita, salah satunya bisa kita lihat hasil karya dan inovasi Penerima Manfaat Balai yang memiliki nilai ekonomis dan mampu bersaing di pasaran.” Tutur Supena.

 

“Balai Paramita sebagai bagian dari representasi Kementerian Sosial senantiasa siap melakukan upaya terbaik bagi permasalahan sosial yang ada di masyarakat khususnya di wilayah NusaTenggara Barat. Selain itu, sesuai arahan Menteri Sosial, kami diarahkan untuk merespon kasus dari berbagai macam klaster, itulah yang dinamakan multilayanan," Imbuh Supena dalam sambutannya.

 

Selain pertemuan di SKA “Paramita”, rombongan didampingi langsung oleh Kepala Balai dan pejabat struktural melakukan office tour untuk mengetahui kegiatan yang dilakukan oleh Balai “Paramita” dalam melakukan rehabilitasi sosial, merubah perilaku penerima manfaat dan menumbuhkan kemandirian ekonomi mereka melalui sentra-sentra kewirausahaan. Supena mengawalinya dengan mengunjungi spot terapi vokasional anak mulai dari otomotif, pertukangan, daur ulang dan las. Selanjutnya, rombongan menuju ke area asrama Gunung Pengsong untuk mengetahui pembudidayaan jamur.

 

Kemudian, Supena juga menunjukkan budidaya ikan nila dan ikan koi di area belakang Balai “Paramita”. Tak berhenti disana, Supena juga mengajak rombongan untuk menuju ke Area Bee Entrepreneurship (budidaya lebah madu), seluruh anggota rombongan yang turut hadir sangat antusias merasakan madu yang dihasilkan oleh lebah “Paramita”.

 

Selain mengunjungi spot-spot vokasional Balai “Paramita”, Kepala Balai juga mengajak rombongan mengunjungi asrama putri dan bayi untuk sekedar berkomunikasi dengan Penerima Manfaat. Tidak sedikit peserta rombongan yang terharu mendengar kisah PM Putri dan juga kronologi penemuan bayi terlantar tanpa diketahui orang tuanya.

 

Penulis: Den Ardani AS.



(selengkapnya... | ATENSI | Nilai: 0)

ATENSI: Paramita Berikan ATENSI Kepada Lansia bedridden
Dikirim oleh paramita pada Senin, 20 September 2021 (2 kali dibaca)
Berita

 LOMBOK BARAT (13 September 2021) - Kementerian Sosial melalui Balai "Paramita" di Mataram melaksanakan Implementasi Program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) terhadap Lanjut Usia.                                  

 

Berdasarkan hasil asesmen komprehensif yang dilakukan oleh Pendamping Rehabilitasi Sosial Kabupaten Lombok Barat terhadap Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS), ditemukan bahwa “Mu” merupakan lansia bedridden. kesehariannya beliau diurus oleh istrinya. Sejak “Mu” sakit, keduanya tidak memiliki pendapatan dan makan seadanya dari tetangga sekitar.

 

Sebelum “Mu” sakit, beliau dapat menghidupi anak dan istrinya dengan bekerja sebagai pemulung. Penghasilan pun tidak menentu namun cukup untuk biaya makan sehari-hari “Mu” dan keluarganya.

 

Rumah yang di tempati “Mu” tidak layak karena berdinding batako yang sudah retak akibat gempa tahun 2018 lalu. “Mu” pun tidak pernah mendapat bantuan apapun termasuk bantuan rumah bekas gempa. Rumah tersebut juga terlihat hampir rubuh dan tidak mempunyai pintu, lantainya pun masih beralaskan tanah.

 

Saat ini “Mu” juga mengalami sakit kencing darah, namun karena keterbatasan ekonomi sehingga beliau hanya bisa diam dan menahan rasa sakit, bahkan hingga saat ini “Mu” juga tidak tercatat sebagai peserta jaminan kesehatan (BPJS).

 

Pada kesempatan ini, menindaklanjuti hasil asesmen pendamping rehabilitasi sosial, Balai Paramita menyalurkan bantuan berupa Spring Bed dan bantal masing-masing 1 buah, sprei 1 set dan makanan siap saji 10 pack.

 

Selain itu, tim Balai Paramita berkoordinasi dengan Kepala Dusun Bug-Bug Desa Bug-bug Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat, Pekerja Sosial Balai Paramita dan Pendamping Rehabilitasi Sosial membantu proses pengusulan jaminan kesehatan Lanjut Usia melalui Kepala Dusun yang hadir dalam penyerahan Program ATENSI bagi Lanjut Usia berjalan lancar, sehingga “Mu” dapat mengakses berbagai layanan dan program pemerintah khususnya bidang kesehatan.

 

"Semoga bantuan dari Balai Kementerian Sosial ini dapat meringankan beban Bapak Mu" ungkap Ketut Supena, Kepala Balai “Paramita”.

 

Penulis: Den Ardani AS.



(selengkapnya... | ATENSI | Nilai: 0)

ATENSI: Paramita Kembangkan Ciplukan
Dikirim oleh paramita pada Senin, 20 September 2021 (2 kali dibaca)
Berita

 LOMBOK BARAT (04 September 2021) - Kementerian Sosial melalui Balai Paramita di Mataram mengembangkan tanaman Ciplukan. Menurut informasi dari beberapa sumber referensi, Buah yang memiliki rasa manis agak asam dikenal dalam bahasa latin Physalis Angulata ini kaya akan vitamin C yang bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

 

Sesuai arahan Menteri Sosial, balai-balai dihimbau untuk membudidayakan tanaman-tanaman langka yang memiliki nilai ekonomis, oleh karena itu Balai Paramita menindaklanjuti dengan mengembangkan ciplukan yang banyak tumbuh subur di area persawahan  di Nusa Tenggara Barat.

 

Ciplukan mengandung antioksidan yang tinggi yang juga dapat menjaga kesehatan mata, mengatasi hipertensi, mencegah diabetes dan membantu sistem pencernaan tubuh.

 

Selain itu, pengembangan Ciplukan juga bertujuan untuk merangsang jiwa wirausaha Penerima Manfaat (PM) dengan memanfaatkan potensi sumber di lingkungan sekitar tempat tinggal PM. Ciplukan memiliki nilai ekonomi yang bisa menambah penghasilan,  terbukti ciplukan sudah banyak dijual di supermarket.

 

"Tanaman ciplukan sangat mudah dikembangbiakkan dengan biji dan dapat tumbuh diterik matahari langsung. Tidak banyak kendala untuk dapat membudidayakan ciplukan ini, yang terpenting dalam pembudidayaan tanaman ini pada lahan yang terpapar sinar matahari langsung." Tutur kustadi, instruktur mix farming Balai Paramita.

 

"Ciplukan saya baca dibeberapa sumber memiliki kandungan vitamin C, ini cocok untuk pemenuhan vitamin C Penerima Manfaat di Balai, sehingga dalam kondisi pandemi Covid-19 ini, imun Penerima Manfaat tetap terjaga dengan baik." Tutur Ketut Supena Kepala Balai Paramita.

 

Penulis: Den Ardani AS.



(selengkapnya... | ATENSI | Nilai: 0)

ATENSI: Pemberdayaan Alumni PM Putri Melalui SKA
Dikirim oleh paramita pada Senin, 20 September 2021 (2 kali dibaca)
Berita

 LOMBOK BARAT (03 September 2021) - Kementerian Sosial melalui Balai “Paramita” di Mataram menjalankan tugas dan fungsinya untuk melakukan rehabilitasi sosial bagi Penerima Manfaat (PM) baik dalam Balai yang berbasis residensial maupun di luar balai yang berbasis komunitas atau keluarga serta bimbingan lanjut pasca PM terminasi dan reunifikasi kembali ke Keluarga.

 

Salah satu Alumni PM Putri Balai Paramita, “A”, merupakan anak korban kejahatan seksual yang telah menjalani asistensi rehabilitasi sosial dalam balai untuk memulihkan kondisi psikologisnya serta kesiapan melahirkan bayi. Ia datang pada bulan April 2021 serta menunjukkan progres sikap positif dan antusiasmenya dalam menjalankan setiap fase dan jadwal yang diberikan oleh Balai Paramita. Tentunya seluruh rangkaian jadwal yang diberikan kepada “A” dilakukan secara sistematis dengan pendampingan sosial yang diberikan oleh para profesional seperti: pekerja sosial, perawat, psikolog.

 

Pasca melahirkan dan reunifikasi kepada keluarga pada bulan Agustus 2021 lalu, "A" menggeluti keterampilan dan bisnis keluarga pembuatan gula aren yang juga didampingi oleh kakak kandungnya. Ia cukup bersemangat untuk melanjutkan usaha yang dimiliki oleh keluarganya.

 

Tak ingin tinggal diam, Balai "Paramita" yang kini tengah berinovasi dalam mengembangkan Sentra Kreasi ATENSI (SKA) dan memunculkan beragam produk hasil kreativitas anak pun ingin turut andil dalam pengembangan bakat dan kemampuan serta passion yang dimiliki oleh "A".

 

Langkah yang telah diambil oleh Balai "Paramita" adalah dengan memasarkan produk gula aren yang diproduksi oleh "A" di rumahnya yang berada di Lombok Utara. Gula Aren yang telah dikemas apik dipasarkan melalui etalase yang dipajang di SKA Balai maupun promosi secara langsung.

 

Promosi langsung yang dilakukan oleh Balai "Paramita" diawali dari promosi di lingkup kecil yakni pegawai di lingkungan balai dilanjutkan dengan mitra terdekat balai. Dan terbukti, 10 kilogram gula aren yang telah diorder oleh SKA Paramita ludes terjual dalam hitungan menit, tak sampai 1 jam.

 

"Kami tentunya turut berbangga dapat melahirkan anak-anak yang tak berputus asa meskipun pernah mengalami permasalahan sosial yang berat. Selama anak berada di Balai kami memberikan penguatan, terapi, pendampingan dan dukungan dukungan sosial yang mengarah tak sekedar pada perubahan perilaku namun juga pada kemandirian anak. Dan kini terbukti, anak alumni balai kami telah mandiri dan mampu bersaing di luar sana." Tutur Ketut Supena, Kepala Balai "Paramita".

 

Supena sangat optimis bahwa setelah ini akan ada alumni-alumni Balai "Paramita" yang juga akan menyusul "A" dalam memproduksi hasil karya yang mampu bersaing secara maksimal di masyarakat.

 

Penulis: Den Ardani AS.



(selengkapnya... | ATENSI | Nilai: 0)

ATENSI: Balai Paramita Lakukan Penandatanganan PKS dengan 14 LKSA
Dikirim oleh paramita pada Senin, 20 September 2021 (5 kali dibaca)
Berita

 

LOMBOK BARAT (03 September 2021) - Balai Paramita milik Kementerian Sosial melakukan penandatanganan Perjanjian Kerjasama dengan 14 Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) yang berada di Pulau Lombok sebagai inisiasi awal layanan ATENSI tahap kedua tahun 2021.

 

Kegiatan yang dilakukan di Sentra Kreasi ATENSI (SKA) Paramita ini dihadiri oleh masing-masing Ketua LKSA yang berasal dari 5 Kabupaten Kota di Pulau Lombok Provinsi Nusa Tenggara Barat, diantaranya adalah 2 LKSA dari Kota Mataram, 6 LKSA dari Kabupaten Lombok Barat, 4 LKSA dari Kabupaten Lombok Tengah, 1 LKSA dari Kabupaten Lombok Timur dan 1 LKSA dari Kabupaten Lombok Utara serta pendamping rehabilitasi sosial kabupaten kota masing-masing.

 

"Kami mengundang Bapak dan Ibu Ketua LKSA mitra kami ini dalam rangka Program ATENSI Komunitas, data anak yang Bapak dan Ibu ajukan akan kami usulkan untuk mendapatkan ATENSI sesuai dengan hasil asesmen yang telah dilakukan oleh pekerja sosial. Tentunya ini akan membawa dampak positif bagi anak-anak di LKSA dalam mewujudkan tumbuh kembangnya." Tegas Ketut Supena, Kepala Balai Paramita dalam sambutannya.

 

Dalam sambutan tersebut pula, Kepala Balai menjelaskan profil Balai Paramita sebagai pusat layanan sosial dan sekretariat bagi pilar-pilar kesejahteraan sosial khususnya pendamping rehabilitasi sosial baik pendamping anak, pendamping penyandang disabilitas, pendamping lansia, Taruna Siaga Bencana (TAGANA) maupun pilar lainnya. Selain itu, Balai sedang berfokus pada kemandirian anak secara ekonomi sehingga diharapkan SKA menjadi sarana anak-anak dalam balai untuk belajar secara maksimal dalam mengembangkan potensi dan bakatnya.

 

"Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan dan perhatian pemerintah khususnya Kementerian Sosial yang masih peduli terhadap anak dampingan kami. Kami berupaya semaksimal mungkin untuk dapat melengkapi segala berkas yang dipersyaratkan dalam ATENSI ini. Semoga urusan penyaluran program ini dimudahkan dan tidak ada permasalahan yang berarti." Ungkap Sihabudin, Ketua Forum LKSA Kabupaten Lombok Barat.

 

Di akhir sesi pertemuan tersebut, Kepala Balai Paramita dan seluruh Ketua LKSA menandatangani Perjanjian Kerjasama antara Balai dengan LKSA disaksikan oleh pejabat struktural dan pendamping rehabilitasi sosial.

 

Penulis: Den Ardani AS.



(selengkapnya... | ATENSI | Nilai: 0)

ATENSI: Terapi Anak Retardasi Mental Lombok Barat
Dikirim oleh paramita pada Minggu, 29 Agustus 2021 (15 kali dibaca)
Berita

LOMBOK BARAT (28 Agustus 2021) - Kementerian Sosial melalui Balai "Paramita" di Mataram memberikan layanan rehabilitasi sosial bagi Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus berinisial R yang didiagnosa masuk dalam kategori Moderate Mental Retardation (Keterbelakangan Mental tingkat sedang) dan selama ini tidak diberikan berinteraksi dengan lingkungan luar rumahnya.

 

R merupakan seorang anak perempuan berusia 8 tahun yang mendapatkan Layanan ATENSI residensial. Ketika dirujuk ke balai pada bulan Juni 2021.

 

Kondisi R cukup memprihatinkan dimana anak cenderung menghindar dan menolak untuk didekati oleh orang yang baru ditemui serta tidak dapat berkomunikasi. Hal ini disebabkan kemampuan intelektual (IQ) R yang termasuk dalam kategori moderate mental retardation. R juga kurang mendapatkan stimulus karena selalu dikurung di dalam rumah dan tidak diberikan kesempatan untuk berinteraksi dengan orang lain.

 

Tim rehabilitasi sosial yang terdiri dari Pekerja Sosial, Psikolog, Perawat dan pengasuh fokus berusaha meningkatkan kemandirian R yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus, motorik kasar dan motorik mulut; meningkatkan activity daily skill (toilet training, makan/minum, berpakaian, mandi, sikat gigi); meningkatkan kemampuan interaksi sosial, respon sosial, dan kemampuan beradaptasi di lingkungan sosial; serta meningkatkan kemampuan berkomunikasi.

 

Intervensi yang diberikan kepada R menggunakan Behavior Modification Therapy dengan memadukan berbagai teknik diantaranya reinforcement, extinction, shaping dan chaining. Dengan tetap diberikan stimulus melalui behavior modification therapy secara konsisten maka hal ini akan menjadi dampak yang positif terhadap perubahan diri R dan meningkatkan kemandirian R.

 

Perkembangan rehabilitasi sosial yang telah dicapai R diantaranya meningkatnya kemampuan motoriknya  seperti memegang gelas, memegang makanan dan bertepuk tangan, meningkatnya kemampuan toilet training (khususnya dalam buang air kecil), mandi, makan dan minum, meningkatnya kemampuan interaksi sosial, beradaptasi dan respon sosial dimana R sudah mau mendekati orang lain saat dipanggil atau untuk mendapatkan hal yang diinginkannya.

 

Selain itu R mampu merespon permintaan orang lain, menyalami orang lain, mau mencoba berbaur dengan orang lain di lingkungan sosialnya.

 

Dalam hal kemampuan berbicara saat ini R sudah mulai mau menirukan dan mengucapkan beberapa kata, contohnya ketika R diminta mengatakan kata satu maka R akan mengucapkan “tu”, pengucapan kata tiga R akan mengucapkan “ga”.

 

Penerapan behavior modification therapy juga diterapkan dalam area permainan. Hal ini dilakukan ketika R diajak untuk bermain dengan anak lain di balai.

 

Tujuan dari penerapan behavior modification dalam area permainan adalah untuk meningkatkan interaksi sosial, respon sosialnya dan kemampuannya dalam beradaptasi dengan orang di sekelilingnya.

 

Selain itu, untuk meningkatkan kemampuan interaksi sosial, R diberikan terapi rekreasional, dimana anak sering dibawa keluar kamar dan berinteraksi dengan alam. Tanaman-tanaman dan pepohonan dapat memberikan efek rileks dan menenangkan bagi anak. Hal tersebut diberikan lantaran selama hidupnya, R sejak bayi hingga berusia 8 tahun selalu berada di dalam kamar dan tidak pernah berinteraksi dengan lingkungan dan orang-orang di sekitar tempat tinggal oleh ayah kandungnya. 

 

"Dengan sentuhan para profesional Balai Paramita seperti pekerja sosial, psikolog, perawat dan pengasuh dapat mengoptimalkan kemandirian anak. Hal tersebut terbukti, 2 bulan anak berada di balai, saat ini sudah menunjukkan perkembangan yang signifikan. Terapi-terapi yang diberikan tentunya memperhatikan banyak aspek, salah satunya observasi tingkat burn out anak dalam menjalankan aktivitas rutin dalam balai." tutur Ketut Supena, Kepala Balai "Paramita" Mataram.

 

Penulis: Den Ardani AS.



(selengkapnya... | ATENSI | Nilai: 0)

Kepala Balai Serahkan Hadiah Untuk PM Berprestasi
Dikirim oleh paramita pada Minggu, 29 Agustus 2021 (16 kali dibaca)

 

LOMBOK BARAT (27 Agustus 2021) - Kepala Balai "Paramita" didampingi Kasubag Tata Usaha dan Kepala Seksi Layanan Rehabilitasi Sosial secara langsung memberikan hadiah kepada Penerima Manfaat Putra yang telah memenangkan Juara Kedua Lomba Fotografi tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Sosial dalam rangka Hari Anak Nasional tahun 2021.

 

Terdapat tiga Penerima Manfaat (PM) putra yang mendapatkan hadiah dari Kementerian Sosial, selain hadiah utama yang diberikan atas prestasi Fadli dalam Lomba Fotografinya, terdapat dua PM Putra yang juga mendapatkan hadiah atas keaktifannya mengikuti rangkaian kegiatan webinar anak dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional, hadiah tersebut masing-masing diberikan kepada Prasetyo dan Hidayat.

 

Dalam sambutannya, "Prestasi ini merupakan bibit potensi dalam diri kalian. Apabila kalian sudah pulang ke rumah terapkan apa yang dipelajari disini, pelajari teknik menanam jamur, ketika sukses kalian dapat menjual ke Balai ini." tutur Ketut Supena, Kepala Balai "Paramita".

 

"Kalau mau serius hasilnya akan baik dan diharapkan orang tua, kalau tidak mau disiplin ya yang rugi diri kalian sendiri. Keberhasilan dan kesuksesan tergantung pada diri kalian sendiri. Sukses berawal dari penempaan diri yang keras dan disiplin dalam segala hal." imbuh Supena.

 

 

Di akhir sesi pemberian hadiah, Supena kembali mengingatkan PM untuk senantiasa menggunakan waktu selama menjalani layanan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) residensial dalam balai dengan sebaik-baiknya. Waktu yang diberikan hanya singkat jadi beliau berpesan untuk dapat mempergunakannya guna mengembangkan kemampuan anak melalui keterampilan vokasional dan segala sarana prasarana yang ada di balai.

 

Penulis: Den Ardani AS



(selengkapnya... | Nilai: 0)

ATENSI: Balai Paramita Tanda Tangani Perjanjian Kerjasama dengan BNN NTB
Dikirim oleh paramita pada Jumat, 27 Agustus 2021 (12 kali dibaca)
Berita

 

MATARAM (26 Agustus 2021) – Kementerian Sosial melalui Balai “Paramita” melakukan penandatanganan kerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Nusa Tenggara Barat tentang Layanan Rehabilitasi Medis dan Rehabilitasi Sosial bagi Anak Korban Penyalahguna Narkotika sebagai upaya pelaksanaan program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) di kantor BNN.

Kepala BNN Provinsi NTB, Gagas Nugraha menerima langsung kedatangan Kepala Balai “Paramita” dan sejenak berdiskusi tentang rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial langsung di ruang pimpinan. Dalam kesempatan pertemuan tersebut, keduanya berbincang perihal permasalahan sosial anak dan perkembangan kasus Napza yang ditangani oleh Balai “Paramita”.

Selanjutnya, pada pukul 09:25 WITA, Kepala Balai bersama Kepala BNN Provinsi NTB masuk ke ruang pertemuan kantor BNN Provinsi guna memulai acara penandatanaganan perjanjian kerjasama penanganan anak penyalahguna Narkotika dalam hal rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial.

“Sebenarnya selama ini kita telah menjalin kerjasama dalam praktik penanganan terhadap anak penyalahguna narkotika, namun memang belum ada payung hukum yang kuat untuk sinergitas kedua lembaga ini, dengan adanya kerjasama ini diharapkan hubungan kerjasama semakin kuat dan penanganan kuratif bagi anak penyalahguna narkotika semakin optimal. Tentunya, selain upaya kuratif kita juga dapat melakukan fungsi preventif dengan adanya penyuluhan-penyuluhan kepada masyarakat tentang bahaya narkotika.” Pungkas Gagas dalam sambutannya.

“Balai Paramita merupakan lembaga milik Kementerian Sosial yang betugas untuk menyelenggarakan program Asistensi Rehabilitasi Sosial untuk mewujudkan  perubahan perilaku  anak dan terwujud kemandirian anak secara ekonomi, khususnya bagi anak penyalahguna narkotika". Tutur Ketut Supena, Kepala Balai “Paramita” di Mataram.

Seusai sambutan dari kedua kepala instansi tersebut, dilanjutkan penandatangan perjanjian kerjasama yang memuat beberapa klausul kaitannya dengan rehabilitasi sosial dan medis terhadap anak korban penyalahguna narkotika. Pada akhir sesi pertemuan tersebut, Kepala BNN Provinsi NTB menyerahkan plakat hubungan kerjasama antar dua lembaga sebagai wujud komitmen untuk melanjutkan penanganan secara holistik dan sistematis kepada anak.

Penulis: Den Ardani AS



(selengkapnya... | ATENSI | Nilai: 0)

ATENSI: Balai Paramita Presentasikan Unit Pelayanan Publik Mewakili Kemensos
Dikirim oleh paramita pada Jumat, 27 Agustus 2021 (16 kali dibaca)
Berita

MATARAM (25 Agustus 2021) - Balai "Paramita" sebagai perwakilan dari Kementerian Sosial RI dalam Evaluasi Unit Pelayanan Publik yang diadakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara melaksanakan presentasi yang langsung dipaparkan oleh Kepala Balai.

Kepala balai memaparkan beberapa poin , antara lain: program layanan, standar pelayanan, jenis pelayanan, informasi yang dapat diakses masyarakat, layanan pengaduan, maklumat pelayanan, survei kepuasan masyarakat dan komponen penilaian lainnya.

Sistem informasi melalui media elektronik dilakukan melalui aplikasi media sosial yang dapat diakses oleh masyarakat. Adapun media elektronik yang dapat dijadikan sebagai media layanan publik ada Website Balai, Facebook dan Instagram. Selain itu juga, Balai Paramita melakukan pelayanan langsung kepada masyarakat yang membutuhkan informasi dengan datang langsung ke balai dan menuju ke ruang pelayanan publik di bagian depan.

Selain memaparkan perihal kondisi layanan publik, Kepala Balai juga memaparkan perihal inovasi-inovasi yang dilakukan oleh Balai Paramita, antara lain: "Pinter Ya Anak di Parama Coffee" yakni Pusat Informasi Terpadu Pelayanan Anak di Parama Coffee. Selain itu juga terdapat juga inoovasi "Abah Lo Ego Menari" merupakan Anak Berhadapan dengan Hukum Kelola Eceng Gondok Masyarakat Umum Menjadi Mandiri.

"Semua inovasi pelayanan publik yang telah balai lakukan telah dipublikasikan melalui media YouTube agar masyarakat mengetahui langkah-langkah besar yang telah dilakukan Balai Paramita untuk mendapatkan tempat di hati masyarakat khususnya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Tentunya, tidak sedikit masyarakat yang mengapresiasi akan segala inovasi yang telah Balai Paramita lahirkan." tutur Ketut Supena, Kepala Balai Paramita.

Selain memaparkan hal-hal tersebut di atas, Kepala Balai juga memberikan penjelasan perihal sarana dan prasarana penunjang seperti: front office layanan konsultasi dan informasi, serta ragam banner dan papan informasi yang menyediakan tampilan yang mudah dipahami oleh masyarakat.

Tentunya hal tersebut sebagai upaya dan komitmen balai dalam memberikan layanan yang integratif, holistik, terstandar dan mudah diakses.

 

Penulis: Den Ardani AS.



(selengkapnya... | ATENSI | Nilai: 0)

ATENSI: Balai Paramita Respon Kasus Lansia Bedridden di Lombok
Dikirim oleh paramita pada Jumat, 27 Agustus 2021 (11 kali dibaca)
Berita

LOMBOK BARAT (22 Agustus 2021) - Kementerian Sosial melalui Balai Paramita di Mataram mengirimkan Tim Reaksi Cepat (TRC) guna merespon kasus Lanjut Usia (Lansia) yang tidak mampu bangun atau beraktivitas di Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat.

 

Lansia yang direspon merupakan seorang perempuan berusia 76 tahun dan menderita stroke selama 2 bulan dan tidak mampu menjalankan Activity Daily Living tanpa bantuan orang lain. Rakyah, nama sesosok ibu yang direspon oleh TRC Paramita bersama Sakti Peksos tinggal bersama anaknya yang juga sudah berusia 61 tahun dan cucunya yang berusia 37 tahun.

 

Ketiganya hidup dalam kondisi yang sangat sederhana. Salmiah, anak yang tinggal dengannya menuturkan, "ibu kami sudah lama sakit dan kami hanya rawat semampu kami dengan segala keterbatasan keluarga." ungkapnya dengan nada sedih.

 

Ibu Rakyah tidur beralaskan perlak seadanya begitu juga dengan anggota keluarga yang lain. Oleh karena, TRC Paramita memberikan bantuan berupa kasur, dan juga makanan siap saji serta diapers khusus lansia untuk memudahkan Rakyah apabila ingin Buang Air Kecil.

 

Supena berharap bahwa dengan adanya bantuan dari Balai Paramita dapat bermanfaat dan meningkatkan optimisme dan semangat hidup bagi keluarga tersebut.

 

Penulis: Den Ardani AS.



(selengkapnya... | ATENSI | Nilai: 0)

ATENSI: Balai Paramita gelar Dapur Umum dan Distribusikan Telur Rebus Untuk Nakes
Dikirim oleh paramita pada Jumat, 20 Agustus 2021 (19 kali dibaca)
Berita

 

MATARAM (19 Agustus 2021) - Balai "Paramita" laksanakan arahan Menteri Sosial RI untuk membuka Dapur Umum dan Memasak Telur Rebus.

 

Sedikitnya 24 pegawai balai baik yang berstatus PNS maupun PPNPN berbaur untuk memasak telur rebus guna didistribusikan kepada Tenaga Kesehatan yang menangani permasalahan COVID di Pulau Lombok ini.

 

Pekan sebelumnya, Kepala Balai didampingi sub koordinator bidang asesmen dan advokasi sosial telah melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial guna menjalin kerjasama dalam rangka penyelenggaraan Dapur Umum di Balai "Paramita". Pihak Dinas Sosial menyambut baik dan  siap membantu sarana prasarana yang dibutuhkan oleh balai ataupun sekedar dukungan tenaga teknis.

 

Hari ini, tim Dapur Umum merebus sejumlah 2.100 telur ayam. Bertempat di Lapangan terbuka hijau area ruang pelayanan publik, seluruh pegawai yang turut membantu sangat antusias menyukseskan kegiatan tersebut.

 

Tim Dapur Umum membagi tugas dalam proses memasak telur hingga pengemasan. Beberapa bertugas di dapur, beberapa bertugas untuk menyiapkan sarana pembungkus telur yang sudah matang, dan juga persiapan kelengkapan administrasi penyerahterimaan barang kepada sasaran.

 

Semuanya berpacu dan semangat mengerjakan setiap fase pembuatan telur rebusnya. Tentunya seluruh pegawai menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Masker menjadi alat utama untuk melindungi diri dari resiko penyebaran COVID-19 yang wajib dikenakan oleh seluruh pegawai.

 

"Semuanya bekerja dengan maksimal seperti arahan Bu Menteri Sosial. Seluruh pegawai berkontribusi dalam pembuatan, pengemasan, dan pendistribusian telur ayam rebus ini guna memenuhi kebutuhan protein bagi tenaga kesehatan yang bertugas dalam penanggulangan COVID-19 di institusi kesehatan." Tutur Ketut Supena, Kepala Balai.

 

Selanjutnya setelah 2.100 butir telur telah dikemas dengan baik, petugas pendistribusian segera menyiapkan kendaraan dan bersiap menuju ke lokasi sasaran penyaluran telur.

 

Terdapat 8 lembaga kesehata di Kota Mataram yang menjadi sasaran pemberian telur rebus karya Dapur Umum "Paramita" ini, antara lain: Rumah Sakit Umum Provinsi NTB mendapatkan 300 butir telur, Rumah Sakit Kota Mataram mendapatkan 300 butir telur, Rumah Sakit Unram mendapatkan 202 butir telur, Rumah Sakit Bhayangkara Mataram mendapatkan 220 butir telur, Rumah Sakit Jiwa "Mutiara Sukma" mendapatkan 200 butir telur, Puskemas Pagesangan, Karang Pule, dan Cakranegara masing-masing mendapatkan 100 butir telur.

 

Sedangkan di Kabupaten Lombok Barat, terdapat 3 lembaga kesehatan yang menjadi lokasi sasaran pendistribusian telur, antara lain: Rumah Sakit Gerung sebanyak 250 butir telur, Rumah Sakit Awet Muda Narmada 200 butir telur dan 100 butir telur untuk tenaga medis di Puskesmas Labuapi.

 

"Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan kepedulian Kementerian Sosial kepada tenaga kesehatan yang ada disini, bantuan ini akan sangat bermanfaat bagi kami. Kami terima dan akan kami serahkan kepada masing-masing petugas medis disini" ujar Drg. Rina Yulia Wulandari, dokter yang sedang bertugas di Puskesmas Karang Pule Kota Mataram.

 

Penulis: Den Ardani AS.



(selengkapnya... | ATENSI | Nilai: 0)

ATENSI: Balai Paramita Laksanakan Vaksinasi PM dan Pegawai Balai
Dikirim oleh paramita pada Jumat, 20 Agustus 2021 (35 kali dibaca)
Berita

 MATARAM (19 Agustus 2021) - Kementerian Sosial melalui Balai "Paramita" melaksanakan percepatan program vaksinasi bagi anak Penerima Manfaat (PM) dan juga pegawai Balai. Bekerjasama dengan Rumah Sakit Bhayangkara Mataram sebagai lembaga mitra, kegiatan vaksinasi gelombang kedua ini diikuti oleh 20 anak dan 5 orang pegawai.

 

Periode sebelumnya, pada bulan Juni dan Juli telah dilaksanakan vaksinasi bagi pegawai pada gelombang pertama. Sedikitnya 30 pegawai baik PNS maupun PPNPN telah mengikuti vaksinasi gelombang pertama.

"Sinergitas dengan lembaga mitra sangat diperlukan guna mendukung program percepatan vaksinasi bagi anak-anak balai." tegas Ketut Supena, Kepala Balai Paramita Mataram.

Oleh karenanya, pada kesempatan tersebut Kepala Balai "Paramita" juga menyampaikan terima kasih kepada Rumah Sakit Bhayangkara Mataram atas dukungan dan bantuannya bagi PM Balai "Paramita".
 
 

 
"RS Bhayangkara Mataram sebagai bagian dari Kepolisian Republik Indonesia (POLRI), siap membantu masyarakat maupun lembaga mitra kami, terutama di bidang kesehatan. Semoga hubungan baik ini senantiasa tetap terjalin dengan baik," ungkap Dokter Mike, sebagai Wakil Kepala RS Bhayangkara.

Anak-anak terlihat antusias untuk diberi vaksin Covid-19. JH salah seorang PM Putra mengatakan bahwa awalnya ia takut jarum, namun pada saat disuntik tidak terasa tiba-tiba perawatnya mengatakan sudah selesai.

Di akhir sesi, Kepala Balai "Paramita" mengarahkan anak-anak yang telah menjalani vaksinasi untuk istirahat cukup dan tetap menjaga protokol kesehatan seperti mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak.

Penulis:
 Den Ardani AS.


(selengkapnya... | ATENSI | Nilai: 0)

ATENSI: Balai Paramita Gelar Pelatihan Baca Tulis Braille, Massage dan Barista
Dikirim oleh paramita pada Senin, 16 Agustus 2021 (18 kali dibaca)
Berita

MATARAM (13 Agustus 2021) - Balai "Paramita" Kementerian Sosial di Mataram menggelar pelatihan baca tulis braille, massage dan barista. Ini dilakukan sebagai upaya untuk memberikan layanan yang komprehensif bagi semua ragam Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS).

 

Sesuai arahan Ibu Menteri Sosial,  Balai di lingkungan Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial menyelenggarakan Asistensi Rehabilitasi Sosial terhadap semua klaster PPKS. Balai "Paramita" sebelumya merupakan Balai yang memberikan layanan kepada Anak Yang Memerlukan Perlindungan Khusus, namun saat ini Balai "Paramita" memberikan layanan kepada PPKS lainnya seperti penyandang disabilitas.

 

Dalam rangka mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) balai yang kompeten yang mampu memberikan layanan Asistensi Rehabilitasi Sosial kepada semua PPKS, maka Balai "Paramita" melaksanakan pelatihan baca tulis braille, massage dan barista, serta dalam waktu dekat juga akan dilaksanakan pelatihan keterampilan Bahasa Isyarat.

 

Ketut Supena, Kepala Balai "Paramita" yang selalu mendampingi pada sesi pelatihan mengatakan, "SDM Balai Paramita harus secara cepat  menguasai knowledge dan skill dalam rangka dengan  pelaksanaan multifungsi balai dengan pelatihan baca tulis braille, massage, barista dan beberapa hari lagi akan dilaksanakan pelatihan bahasa isyarat, sehingga kita  mampu mewujudkan keberfungsian sosial PPKS di luar klaster anak", ungkap Supena.

 

Mira Nitakusminar, Pekerja Sosial Balai "Paramita" sebagai peserta pelatihan baca tulis braille mengatakan "sangat sulit karena ini merupakan ilmu baru bagi kami, namun syaa senang sekali mendapatkan pengetahuan baca tulis braille ini, semoga pengetahuan baca tulis braille ini bisa kami manfaatkan untuk mencapai kesuksesan penyandang disabilitias sensorik netra. Sebagai Pekerja Sosial yang diproyeksikan untuk mengatasi permasalahan sosial yang multilayanan, merupakan suatu keharusan bagi kami para pekerja sosial untuk dapat menggunakan berbagai sarana penunjang pelayanan." tutur Mira.

 

Tak hanya baca tulis braille, pelatihan massage juga diberikan kepada pegawai balai untuk memperkaya kemampuan dan keterampilan dalam memberikan pelayanan langsung kepada PPKS. Pelatihan ini tentunya diharapkan dapat dijadikan sebagai bekal untuk terapi vokasional.

 

Aidayati Ruhmana, perawat Balai "Paramita" pada kesempatan tersebut mengatakan, "pelatihan ini sangat berharga bagi kami, hal ini dapat diaplikasikan tidak hanya untuk diajarkan kepada PPKS namun juga diaplikasikan kepada yang membutuhkan kaitannya dengan keluhan-keluhan kesehatan." ujarnya.

 

Selain baca tulis braille dan massage , pegawai Balai Paramita juga mendapatkan pelatihan barista. Hal tersebut diberikan guna menunjang Sentra Kreasi ATENSI (SKA) Paramita. Instruktur yang mengampu pelatihan tersebut turut memberikan pelatihan langsung kepada Penerima Manfaat (PM) yang akan menjalankan SKA kedepannya.

 

Seluruh kegiatan pelatihan yang dilaksanakan selama 5 hari. Kegiatan yang dimulai pukul 09:00 WITA sampai pukul 16:00 WITA dilakukan dengan metode dua arah yang tidak hanya memberikan materi namun juga praktik secara langsung. Acara diikuti oleh seluruh peserta dengan sangat antusias. Seluruh peserta kegiatan fokus pada penyampaian materi instruktur yang mengampu keterampilan. Harapan dari Kepala Balai Paramita tentunya agar kegiatan ini dapat optimal diserapkan dan diaplikasikan serta bermanfaat bagi banyak orang.

 

Penulis: Den Ardani AS.



(selengkapnya... | ATENSI | Nilai: 0)

ATENSI: Program ATENSI Berbasis Keluarga bagi Anak Penyandang Disabilitas Berat
Dikirim oleh paramita pada Sabtu, 31 Juli 2021 (45 kali dibaca)
Berita

LOMBOK BARAT (30 Juli 2021) - Kementerian Sosial melalui Balai "Paramita" di Mataram melaksanakan intervensi Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) terhadap Anak Penyandang Disabilitas Berat berbasis keluarga.

 

Berdasarkan hasil asesmen komprehensif yang dilakukan oleh Pekerja Sosial Balai "Paramita" terhadap Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) Muharom Al-Farizi  di Dusun Samajaya Desa Montong Are, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat, diperoleh hasil asesmen terkait kebutuhan anak yang mencakup terapi Muharom agar bisa berjalan, terapi tangan kiri yang tidak bisa digerakkan, serta asesmen kebutuhan sekolahnya. Selain itu, dilakukan asesmen kepada orangtuanya karena sesuai hasil wawancara pekerja sosial bahwa modal dagang ibunya habis untuk biaya bolak balik ke Rumah Sakit saat Muharom menjalannkan terapi di Rumah Sakit.

 

Dari hasil asesmen tersebut, Balai "Paramita" menindaklanjuti dengan mendorong keluarga agar terus mengantar terapi okupansi dan psikomotorik di Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) NTB dengan jadwal Senin dan Kamis serta Kementerian Sosial juga memberikan bantuan modal usaha warung kelontong yang akan dijalankan oleh ibunya agar kedepannya keluarga anak dapat mandiri finansial untuk mengurus dan merawat Anak agar dapat pelayanan kesehatan dan pendidikan.

  

 

Bantuan yang diberikan berupa: seragam sekolah, perlengkapan sekolah (tas sekolah, buku tulis, buku gambar, pensil warna, bolpoin, pensil, penghapus, rautan pensil, penggaris, pensil warna dan kotak pensil), susu formula & susu cair, bahan perlengkapan jualan gorengan (tepung terigu, tepung kanji dan minyak goreng), minuman ringan untuk anak-anak, makanan ringan untuk anak, mi instan, mi gelas, jajanan manisan anak-anak, plastik bungkus makanan dan cup minuman ringan, serta kopi sachet. dengan jumlah barang sebanyak 55 item senilai Rp. 1.750.000,-

 

Ayah Muharom Al-Farizi, Sahroni, sangat berterimakasih kepada Kementerian Sosial, beliau mengatakan, "Terima kasih atas segala yang diberikan kepada anak kami dan telah peduli terhadap  kami sekeluarga  semoga Muharom cepat bisa berjalan dan sehat serta bantuan warung kontong ini dapat kami kembangkan", ungkap Sahroni.

 

Ketut Supena yang turut terjun langsung dalam penyerahan program Asistensi berbasis keluarga tersebut menuturkan, "Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial melaksanakan Program Asistensi Rehabilitasi Sosial berbasis keluarga, komunitas dan residensial agar permasalahan yang dihadapi PPKS terselesaikan dengan tuntas, dalam kasus Muharom ini kami tangani secara komprehensif, anaknya kita penuhi kebutuhan dasarnya keluarganya kita bantu peningkatan usaha ekonomi produktifnya", pungkas Ketut.

 

Penulis: Budi Surya HP 

Editor: Den Ardani AS.



(selengkapnya... | ATENSI | Nilai: 5)

ATENSI: Rapat Teknis Persiapan Acara HAN 2021
Dikirim oleh paramita pada Rabu, 28 Juli 2021 (24 kali dibaca)
Berita

MATARAM (28 Juli 2021) - Balai "Paramita" lakukan rapat teknis persiapan kegiatan Hari Anak Nasional Tahun 2021. Kegiatan yang dimulai pukul 09:00 WITA dipimpin langsung oleh Kepala Balai dan dihadiri oleh 22 orang pegawai baik PNS maupun PPNPN.

 

Dalam rapat, Kepala Balai, I Ketut Supena menyampaikan, "saat ini kita menjadi Lokus Pelayanan Publik sebagai wakil Kementerian Sosial, namun kita tidak hanya sekedar berbangga diri, namun juga persiapkan diri untuk menunjukkan performance terbaik. Tunjukan evidence yang dapat merepresentasikan action-action dalam rangka uji petik oleh Kemenpan RB." Hal tersebut disampaikan sebagai kalimat pembuka rapat.

 

Selanjutnya Supena menuturkan, "Kita akan melaksanakan Hari Anak Nasional secara internal Balai dengan Protokol Kesehatan secara ketat untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19."

  

Supena mengingatkan pada seluruh pegawai untuk senantiasa mengenakan masker di lingkungan Balai. MASKERMU MELINDUNGIKU adalah jargon yang Supena tekankan kepada seluruh pegawai Balai Paramita.

 

Selanjutnya Kepala Balai mengingatkan bahwa seluruh pekerjaan yang dilakukan oleh seluruh pegawai ditekankan untuk fokus dan serius untuk menghasilkan kinerja yang produktif dan maksimal.

 

Terkait dengan Sentra Kreasi ATENSI, Supena menuturkan bahwa pada tanggal 19 Agustus 2021, SKA Paramita akan diresmikan oleh Ibu Menteri Sosial secara virtual, sehingga Supena mengarahkan agar Person in Charge (PIC) masing-masing sentra untuk terus menerus semangat melakukan inovasi-inovasi sehingga usaha-usaha yang diampu bersama anak semakin meningkat.

 

Di akhir rapat, Supena menutup dengan arahan kepada Panitia kegiatan HAN untuk dapat melaksanakan kegiatan sebaik-baiknya dengan memperhatikan Protokol Kesehatan secara ketat.

 

Penulis: Den Ardani AS.



(selengkapnya... | ATENSI | Nilai: 5)

ATENSI: Sentra Layanan Sosial milik Kemensos Efektif Sebagai Pusat Layanan Terpadu
Dikirim oleh paramita pada Selasa, 27 Juli 2021 (45 kali dibaca)
Berita

 

MATARAM (27 Juli 2021) – Kementerian Sosial melalui Balai Paramita Mataram memiliki Sentra Layanan Sosial (Serasi) terbukti efektif memberikan informasi dan edukasi yang komprehensif kepada masyarakat secara langsung. Masyarakat menjadi mudah untuk mengakses informasi perihal anak, pengasuhan, napza, dan layanan informasi lainnya.

 

Seorang pemuda bernama Putra (bukan nama sebenarnya) mendatangi Sentra Layanan Sosial  Balai pada pukul 15:20 WITA dan langsung diterima oleh Budi Surya Hadi Pratama, Pekerja Sosial Balai. Ia melaporkan  ibu kandungnya telah pergi dari rumah sejak 2 tahun yang lalu.

 

Putra menjelaskan kemungkinan alasan kepergian ibunya. “indikasi ibu kandung saya depresi akibat ditinggal bapak menikah lagi dengan wanita lain. Usia ibu saya antara 55 sampai 60 tahun, saat ibu saya pergi dari rumah ia tak membawa identitas,” kenangnya.

 

Pekerja Sosial Balai, Budi Surya mendengarkan laporan Putra dan memberi tahapan solusi. "Mas perlu melaporkan hal ini ke kantor polisi wilayah domisili tempat tinggal Ibu mas, pihak Kemensos akan mendampingi dalam proses pelaporan," jelas Budi.

 

Putra menuturkan bahwa ia bertempat tinggal di Banyumulek Mekarsari, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat. Putra berharap agar ibunya segera ditemukan. Pihak Balai akan mengoordinasikan pencarian Ibu dari Putra kepada pihak kepolisian. 

 

Balai “Paramita” Mataram senantiasa memberikan pelayanan prima bagi masyarakat melalui SERASI yang dapat diakses oleh masyarakat dari seluruh kalangan.

 

Kepala Balai “Paramita” menuturkan bahwa SERASI ini menjadi upaya pemerintah untuk mendekatkan program layanan dan program dengan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS). "Kami akan berikan informasi dan solusi terbaik atas berbagai permasalahan sosial sesuai kebutuhan PPKS," pungkasnya.

 

Penulis: Den Ardani AS.



(selengkapnya... | ATENSI | Nilai: 5)

ATENSI: Balai Kemensos membuat Alat Bantu bagi PD Sensorik Netra
Dikirim oleh paramita pada Selasa, 27 Juli 2021 (37 kali dibaca)
Berita

 

MATARAM, (27 Juli 2021) - Balai "Paramita" di Mataram membuat alat bantu bagi Penyandang Disabilitas Sensorik Netra. Alat bantu yang di Launching  tanggal 27 Mei 2021 melalui kanal YouTube Balai Paramita ini berupa sensor untuk mengukur kepenuhan air di gelas atau media lainnya.

 

Selama ini ada beberapa PD Sensorik Netra utamanya yang tottally blind jika menuangkan air ke gelas akan memasukkan jari telunjuk untuk menakar air yang dituangkan tidak sampai penuh dan meluber ke luar cangkir. Namun, di masa Pandemi Covid-19 hal ini sangat riskan karena bisa sebagai media penyebaran covid-19 dan memasukkan jari ke gelas juga tidak bisa dilakukan jika airnya panas.

 

Belajar dari hal tersebut di atas, Balai "Paramita" di Mataram menginisiasi membuat alat bantu sensor air untuk mempermudah aksesibilitas bagi PD Sensorik Netra. 

 

Kepala Balai, I Ketut Supena menjelaskan, "Cara kerja alat bantu ini adalah jika air yang dituangkan sudah menyentuh ujung sensor, maka alat ini akan mengeluarkan suara yang bisa didengar. Suara ini akan menjadi penanda bagi PD Sensorik Netra bahwa air yang dituangkan sudah cukup karena ujung sensor sudah didesign kira-kira ketinggiannya 1,5 Cm dari bibir cangkir." ungkap Ketut.


Penulis: Den Ardani AS.



(selengkapnya... | ATENSI | Nilai: 5)

ZI WBK/WBBM: Kemensos jadi Lokus Evaluasi Pelayanan Publik oleh Kemenpan RB
Dikirim oleh paramita pada Sabtu, 24 Juli 2021 (30 kali dibaca)
Berita

 

MATARAM (23 Juli 2021) - Kementerian Sosial menjadi salah satu lembaga yang akan diberikan evaluasi pelayanan publik oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

 

Kementerian Sosial menunjuk Balai "Paramita" di Mataram sebagai lokus evaluasi. Sesuai Undang-Undang No 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi melakukan evaluasi terhadap unit pelayanan publik (UPP) pada lingkup Kementerian dan Lembaga.

 

Bimbingan Teknis dilakukan sebagai rangkaian proses evaluasi pelayan publik kepada unit pelayanan publik (UPP). Balai "Paramita" di Mataram  dalam kesempatan ini mengikuti bimbingan teknis yang dimulai dengan pengisian Form 01 (F-01) yang dihadiri 23 Perwakilan Kementerian dan lembaga .

 

Ada enam aspek yang dinilai dalam evaluasi ini. Aspek tersebut adalah kebijakan pelayanan, profesionalisme SDM, sarana prasarana, sistem informasi pelayanan publik (SIPP), konsultasi dan pengaduan.

 

"Sebagai Lokus evaluasi pelayanan publik mewakili Kementerian Sosial RI, kami harus bisa memberikan yang terbaik," kata Kepala Balai Paramita Mataram, I Ketut Supena.

 

Asisten Deputi Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan dan Evaluasi Pelayanan Publik Wilayah III, Muhammad Yusuf Kurniawan, mengatakan bahwa tujuan evaluasi pelayanan publik ini adalah untuk melihat kepatuhan terhadap Undang-undang Pelayanan Publik, untuk mencari unit pelayanan publik yang dapat menjadi contoh bagi unit lain dan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan memberikan dampak bagi kesejahteraan masyarakat.

 

Harapan Ketut adalah dengan ditunjuknya "Paramita" menjadi perwakilan Kementerian Sosial RI, Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) layanan yang berbasis keluarga, komunitas dan residensial melalui kegiatan pemenuhan kebutuhan hidup layak, pengasuhan anak, dukungan keluarga, terapi psikososial mental spiritual, pembinaan kewirausahaan, bantuan sosial dan asistensi sosial serta dukungan aksesibilitas semakin dikenal luas dan bisa diakses dengan mudah oleh Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS).

 

Penulis: Den Ardani AS.



(selengkapnya... | ZI WBK/WBBM | Nilai: 5)

ATENSI: Penandatanganan PKS ATENSI Balai Paramita Serentak dengan 57 LKSA di 3 Provinsi
Dikirim oleh paramita pada Kamis, 22 Juli 2021 (71 kali dibaca)
Berita

MATARAM (22 Juli 2021) – Balai “Paramita” di Mataram lakukan penandatanganan Perjanjian Kerjasama Penyaluran Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) Tahun 2021 dengan 57 Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) di wilayah jangkauan kerja balai yakni Provinsi Nusa Tenggara Barat, Bali dan Sulawesi Barat melalui pertemuan virtual.

Kegiatan yang dimulai pukul 09.30 dihadiri langsung oleh Kepala Balai, pejabat struktural, Ketua serta pengurus LKSA, Supervisor Pekerja Sosial Provinsi dan juga Pendamping Rehabilitasi Sosial Anak.

  

 

 

Kepala Balai, I Ketut Supena dalam sambutannya menyampaikan, “Terima kasih kepada seluruh LKSA yang hadir pada pagi hari ini, kedepannya dimohon kerjasamanya untuk menyukseskan program ATENSI bagi anak-anak yang ada di masing-masing LKSA. Kami juga meminta bantuan kepada teman-teman Sakti Peksos untuk membantu mendampingi LKSA.”

Selanjutnya, Kepala Balai melakukan Penandatanganan secara simbolis diikuti oleh 57 LKSA yang juga menandatangani lembar Perjanjian Keejasama Penyaluran ATENSI. Penandatanganan Perjanjian Kerjasama ini adalah awal dari penyelenggaran penyaluran ATENSI kepada anak-anak di LKSA. Setelah dilakukan asesmen kebutuhan kepada calon penerima ATENSI tahun 2021 dan penandatanganan Perjanjian Kerjasama pada hari ini, maka pihak Balai akan bekerja keras untuk melakukan kompilasi data anak untuk nantinya diajukan kepada Bank Mandiri dalam pembuatan Buku tabungan dan Kartu ATENSI.

Supena berharap   seluruh pihak terkait untuk dapat mengawal dan menyukseskan penyaluran  ATENSI 2021 ini. Supena menekankan bahwa data yang telah dihimpun untuk diusulkan mendapatkan  ATENSI adalah data yang benar-benar valid sesuai dengan identitas anak. Beliau tidak ingin menjumpai adanya kendala dalam proses penyaluran ATENSI ini.

 

 

   

Penulis: Den Ardani AS.



(selengkapnya... | ATENSI | Nilai: 5)

ATENSI: Paramita Kemensos Buat Shibori Cantik
Dikirim oleh paramita pada Rabu, 21 Juli 2021 (37 kali dibaca)
Berita

MATARAM (21 Juli 2021) – Asistensi Rehabilitasi Sosial mengakselerasi berbagai kreativitas penerima manfaat di Balai "Paramita" di Mataram. Balai Kementerian Sosial  ini melalui salah satu terapi vokasionalnya membuat  Shibori. Shibori merupakan teknik pewarnaan pada kain yang mengandalkan ikatan dan celupan. Teknik tersebut dapat menghasilkan sebuah karya yang menyerupai batik dengan teknik yang lebih sederhana.

Teknik Shibori ini memiliki motif unik, yang tidak dapat dibuat dengan motif identik satu dengan lainnya. Selain unik, Shibori memiliki nuansa etnik, sehingga kain shibori diminati oleh banyak kalangan.

 

 

  

Kepala Balai, I Ketut Supena menuturkan, “kami selalu mendorong anak-anak kami jangan berhenti berkarya, jangan cepat berpuas diri. Berhentilah berhenti, ini kata-kata yang selalu kami katakan kepada anak-anak, agar anak-anak tidak cepat berpuas diri, berhenti pada satu karya saja. Namun, selalu bergerak untuk menghasilkan karya-karya yang dibutuhkan masyarakat.” ungkap Supena.

 

Mira Nitakusminar, Pekerja Sosial Balai Paramita menyampaikan, “Peluang usaha dalam pembuatan produk dengan menggunakan teknik pewarnaan shibori ini sangat memungkinkan untuk dikembangkan sehingga dapat dijadikan sebagai salah satu materi dalam pelatihan vokasional. Karya yang dapat dibuat dengan teknik Shibori ini antara lain: pakaian, mukena, sarung bantal, taplak meja maupun pouch. .” jelas Mira.

 

  

Berkolaborasi dengan terapi vokasional tata busana, PM Putri mampu menghasilkan Tas Shibori yang cantik. Hal tersebut juga dapat dijadikan sebagai pengganti kantong plastik yang dapat menjadi limbah dan mencemari lingkungan.

 

 

 Harapan Supena kedepannya, agar anak-anak Penerima Manfaat Balai “Paramita” selalu terus berkarya menghasilkan barang yang diminati pasar dan dapat berguna bagi masyarakat. Sehingga pasca rehabilitasi sosial mereka dapat mandiri secara sosial dan secara ekonomi.

 

Penulis: Den Ardani AS.

 



(selengkapnya... | ATENSI | Nilai: 5)

Hit

Kami sudah menampilkan
945283
halaman sejak October 2009

Pencarian



Hubungi Kami-Layanan Pengaduan
Hubungi Kami


Hasil Konsultasi dan Pengaduan
Hasil Konsultasi dan Pengaduan

Mars, Yel-Yel, Office Tour dalam Rangka ZI WBK/WBBM



Zona Integritas


E-SIQAP
Dokumen E-SIQAP Balai Paramita 2021

Artikel Sebelumnya
Minggu, Juli 18
· Penerima Manfaat Balai Paramita Kemensos Panen dan Olah Masakan Ikan Nila
· ABH Balai Paramita Tidak Henti Ciptakan Sarana Aksesibilitas
· Balai Paramita Lakukan Pemberdayaan Bagi Pekerja Migran Indonesia Bermasalah dar
· Balai Paramita Panen Ubi Ungu Bersama Kepala Dinas Sosial NTB
· Balai Paramita Lakukan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama dengan Bank Mandiri
· Permintaan Telur Asin ABH Terus Meningkat
· Balai Paramita Kemensos Respon Kasus Bayi dengan Bibir Sumbing
Sabtu, Juli 17
· Balai Paramita Kemensos Selenggarakan Pameran SKA Rayakan HLUN 2021
· Balai Paramita Kemensos Serahkan Hak Asuh Anak Pada Orang Tua Angkat
· Balai Paramita Kemensos Panen Hasil Kebun Karya Anak Berhadapan Hukum

Artikel Lama

BRSAMPK PARAMITA MATARAM
Kementerian Sosial Republik Indonesia