Profil
· Profil Balai
· Sasaran Pelayanan
· Visi dan Misi
· Tugas Pokok Dan Fungsi
· Pendistribusian Tugas
· Survei Persepsi Korupsi
· Survei Kepuasan Masyarakat
· Standar Pelayanan
· Struktur Organisasi
· Pegawai dan Kode Etik Pegawai
· Maklumat Pelayanan
· Jam Pelayanan dan Budaya Kerja

Menu Utama
· Depan
· Akun Anda
· Arsip Berita
· Kirim Berita
· Kontak
· Search
· Top 10
· Topics

Login
Nama Login

Password

Daftar
Lupa Password.

ATENSI: Tim Advokasi Balai Paramita Berikan Edukasi Penanganan Bayi Terlantar
-----------------------------------------------------------------------------------
Dipublikasi pada Minggu, 03 Oktober 2021 by paramita
-----------------------------------------------------------------------------------

Berita

LOMBOK TENGAH (26 September 2021) - Tim Respon Kasus Balai “Paramita” di Mataram telah menjangkau kasus bayi terlantar yang dibuang oleh orang tuanya dan kasusnya viral di media sosial dengan tautan: https://www.instagram.com/p/CUO0F9xr5Ex/?utm_medium=copy_link . Bayi berjenis kelamin perempuan tersebut ditemukan di atas trotoar Jalan Bypass - Labulia kecamatan Jonggat, Sabtu (25/09/2021) pagi.

Kondisi bayi saat dilakukan penjangkauan adalah sehat dan nampak gemuk. Tidak adanya keluhan atau sakit yang diderita oleh bayi tersebut. Hal tersebut berdasarkan informasi yang Tim Balai “Paramita” dapatkan dari pihak kepolisian sektor Jonggat yang menyampaikan bahwa pada saat ditemukan, penemu bayi langsung membawanya ke bidan desa setempat untuk diperiksa kondisi kesehatannya, dan pihak bidan desa memberikan imunisasi HB nol dan injeksi vitamin K1. Pada saat diperiksa, kondisi fisik bayi adalah beratnya 3100 gram, panjang badan 50 cm, lingkar kepala 34 cm, lingkar lengan atas 12 cm, umur dari lahir diperkirakan baru 3 jam.

Usia pernikahan pasangan suami istri tersebut belum 5 tahun dan pada beberapa hari yang lalu istri penemu bayi mengalami keguguran janin. Kondisi perekonomian keluarga tersebut dapat dikatakan kurang dikarenakan pekerjaan ayah yang hanya serabutan, namun keluarga tersebut optimis dapat memberikan hak-anak kepada bayi yang ditemukan tersebut.

Pada saat melakukan mediasi dengan keluarga, Balai “Paramita” menyampaikan bahwa bayi tersebut merupakan bayi terlantar dan merupakan bayi negara. Tim Balai “Paramita” menyarankan agar bayi mendapatkan perawatan dan pengasuhan dalam balai sambil menunggu proses pencarian orang tua kandung bayi tersebut. Namun keluarga yang menemukan bayi tersebut keberatan untuk menyerahkan bayi kepada Balai “Paramita” dengan alasan dan asumsi bahwa bayi tersebut merupakan rezekinya dan merupakan anak yang ditakdirkan Tuhan untuk mereka. Oleh karenanya, agar tidak terjadi polemik di lingkungan masyarakat khususnya penemu bayi tersebut.

Selanjutnya Tim Advokasi Balai “Paramita” menyusun rencana jangka pendek untuk intervensi, antara lain:     monitoring kondisi bayi secara berkala oleh petugas Balai Paramita untuk memastikan keamanan dan keselamatan anak serta terpenuhinya hak hak hidup dasar anak tersebut, menyarankan keluarga penemu bayi untuk mengurus administrasi foster care sesuai dengan PP nomor 44 tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pengasuhan Anak (apabila akan mengajukan untuk adopsi anak dipastikan tidak bisa karena sesuai dengan PP nomor 54 tahun 2007 tentang Pelaksanaan Pengangkatan Anak, maka syarat usia pernikahan keluarga tersebut tidak dapat terpenuhi), dan Pendampingan oleh pendamping rehabilitasi sosial Kabupaten Lombok Tengah.

 

Penulis: Den Ardani AS.





 
Link Terkait
· Lebih Banyak Tentang Berita
· Berita oleh paramita


Berita terpopuler tentang Berita:
Serah Terima 4 Bayi Adopsi Balai Anak Paramita Mataram kepada COTA


Nilai Berita
Rata-rata: 0
Pemilih: 0

Beri nilai berita ini:

Luar Biasa
Sangat Bagus
Bagus
Biasa
Jelek


Opsi

 Versi Cetak Versi Cetak


Topics Terkait

Berita

BRSAMPK PARAMITA MATARAM
Kementerian Sosial Republik Indonesia