Profil
· Profil Balai
· Sasaran Pelayanan
· Visi dan Misi
· Tugas Pokok Dan Fungsi
· Pendistribusian Tugas
· Survei Persepsi Korupsi
· Survei Kepuasan Masyarakat
· Standar Pelayanan
· Struktur Organisasi
· Pegawai dan Kode Etik Pegawai
· Maklumat Pelayanan
· Jam Pelayanan dan Budaya Kerja

Menu Utama
· Depan
· Akun Anda
· Arsip Berita
· Kirim Berita
· Kontak
· Search
· Top 10
· Topics

Login
Nama Login

Password

Daftar
Lupa Password.

ATENSI: Home Visit Keluarga PM Guna Penguatan Kapabilitas Keluarga
-----------------------------------------------------------------------------------
Dipublikasi pada Selasa, 24 November 2020 by paramita
-----------------------------------------------------------------------------------

Berita

 

Lombok Utara (23 November 2020) - Balai Anak "Paramita" di Mataram melaksanakan program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) yang dilakukan melalui pendekatan residensial dengan mengiplementasikan tahapan Intake dan Engagement dalam proses Asesmen Awal melalui kegiatan Home Visit (Kunjungan Rumah) terhadap Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH).

 

ABH merupakan salah satu sasaran dari 15 klaster Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus (AMPK)  sesuai dengan Pasal 59 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. ABH dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Anak adalah anak yang berkonfklik dengan hukum, anak yang menjadi korban tindak pidana, dan anak yang menjadi saksi tindak pidana.

 “ES” merupakan kategori anak berhadapan dengan hukum dengan kasus pencurian, ia telah mendapatkan penetapan Diversi dan ditempatkan di Balai Anak “Paramita” di Mataram untuk mendapatkan layanan rehabilitasi sosial. Kesepakatan Diversi dilakukan melalui musyawarah dengan melibatkan Anak dan orang tua/walinya, korban dan orang tua/ walinya, pembimbing kemasyarakatan, dan Pekerja Sosial Profesional berdasarkan pendekatan Keadilan Restoratif.

Pelayanan ABH dilaksanakan melalui program ATENSI yang merupakan layanan rehabilitasi sosial dilakukan dengan pendekatan berbasis residensial, melalui kegiatan pemenuhan hidup layak, pengasuhan anak, dukungan keluarga, terapi fisik, terapi psikososial, terapi mental spiritual, pelatihan vokasional, pembinaan kewirausahaan, bantuan dan asistensi sosial serta dukungan aksesibilitas.

 

Rehabilitasi Sosial ABH dilaksanakan di Balai Anak “Paramita” di Mataram dengan tahapan:

 

1. Akses

2. Intake dan Engagement

3. Asesmen Kompehensif

4. Perencanaan Atensi

5. Implementasi

6. Monitoring dan Evaluasi

7.Terminasi

Tujuan Pelayanan rehabilitasi sosial ABH adalah untuk meningkatkan kembali keberfungsian sosial anak sesuai perannya sebagai individu yang menjadi bagian dari keluarga serta masyarakat.

Mengacu pada Bisnis Proses program ATENSI, tahapan Intake dan Engagement dalam proses Asesmen Awal melalui kegiatan Home Visit, untuk mengumpulkan, menganalisis, dan merumuskan masalah, kebutuhan, potensi, dan sumber yang dapat dimanfaatkan dalam pelayanan Rehabilitasi Sosial serta melakukan penilaian terhadap penerima manfaat kenapa melakukan pelanggaran hukum dengan tujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan pelayanannya.

Home Visit dilakukan oleh Pekerja Sosial dengan tujuan untuk mengenal lingkungan hidup penerima manfaat sehari-hari, khususnya bila informasi yang dibutuhkan tidak dapat diperoleh melalui angket atau wawancara. Kunjungan rumah tersebut dilakukan untuk memperoleh informasi tentang penerima manfaat serta keadaanya dirumah dan tempat tinggalnya apabila tidak diperoleh melalui asesmen yang dilakukan terhadap penerima manfaat di Balai. Selain itu, Home Visit dilakukan guna memperoleh berbagai keterangan atau data yang diperlukan dalam pemahaman lingkungan dan pemahaman penerima manfaat. Selanjutnya untuk pembahasan dan pemecahan permasalahan penerima manfaat.

 

I Ketut Supena selaku Kepala Balai mengatakan “tujuan dari Home Visit, adalah untuk melengkapi data/ informasi tentang penerima manfaat melalui wawancara dengan orang tua, dan hasil observasi suasana di rumah. Selain itu Home Visit dilakukan untuk memberikan penjelasan tentang keadaan penerima manfaat kepada orang tua dan membangun kerja sama antara Balai dan rumah serta mengembangkan tingkat kepedulian orang tua terhadap masalah penerima manfaat. Kegiatan yang melibatkan keluarga dilakukan untuk mempererat jalinan support system dari pihak keluarga dan Balai.”

 

 

Memahami permasalahan yang dihadapi penerima manfaat yang berhubungan dengan tempat tinggal penerima manfaat dan anggota keluarganya akan memberikan kemudahan  dalam menyelesaikan masalah yang dihadapinya. Pekerja Sosial harus  memahami keadaan, lingkungan  penerima manfaat serta masalah yang dihadapi penerima manfaat karena dengan memahaminya dapat membantu Pekerja sosial dalam menangani masalah tersebut.

 

Penanganan masalah penerima manfaat dapat memberikan dorongan  dan semangat kepada penerima manfaat  dalam menjalani kehidupannya, sehingga penerima manfaat dapat merencanakan apa yang harus ia lakukan demi masa depan kehidupannya. Dengan didapatkannya data yang akurat, upaya penanganan masalah penerima manfaat akan dapat lebih intensif.

 

 

Penulis: Budi Surya HP.

 

Editor: Den Ardani AS





 
Link Terkait
· Lebih Banyak Tentang Berita
· Berita oleh paramita


Berita terpopuler tentang Berita:
Serah Terima 4 Bayi Adopsi Balai Anak Paramita Mataram kepada COTA


Nilai Berita
Rata-rata: 5
Pemilih: 1


Beri nilai berita ini:

Luar Biasa
Sangat Bagus
Bagus
Biasa
Jelek


Opsi

 Versi Cetak Versi Cetak


Topics Terkait

Berita

BRSAMPK PARAMITA MATARAM
Kementerian Sosial Republik Indonesia