Profil
· Profil Balai
· Sasaran Pelayanan
· Visi dan Misi
· Tugas Pokok Dan Fungsi
· Pendistribusian Tugas
· Survei Persepsi Korupsi
· Survei Kepuasan Masyarakat
· Standar Pelayanan
· Struktur Organisasi
· Pegawai dan Kode Etik Pegawai
· Maklumat Pelayanan
· Jam Pelayanan dan Budaya Kerja

Menu Utama
· Depan
· Akun Anda
· Arsip Berita
· Kirim Berita
· Kontak
· Search
· Top 10
· Topics

Login
Nama Login

Password

Daftar
Lupa Password.

ATENSI: Mix Farming Balai Anak “Paramita” Mataram
-----------------------------------------------------------------------------------
Dipublikasi pada Senin, 30 November 2020 by paramita
-----------------------------------------------------------------------------------

Berita

Lombok Barat (29 November 2020) – Setiap hari Minggu anak-anak Balai Anak “Paramita” di Mataram melakukan kegiatan berkebun (Mix Farming), sebagai bagian dari terapi biopsikososial untuk anak yang dapat melatih kesabaran serta kepekaan terhadap kondisi sekitar. PM diajarkan untuk mengenal metode bercocok tanam secara terpadu. Berbagai macam tanaman yang diperkenalkan kepada PM antara lain: Pepaya, Cabai, Terong, Singkong, Budidaya Eceng Gondok dan ikan nila dalam 1 (satu) kolam.

 

 

Kepala Balai Anak "Paramita" I Ketut Supena menuturkan, “Anak-anak harus diberikan bekal tidak hanya bekal secara formal dalam kelas, namun berkebun seperti ini juga dapat digunakan sebagai sarana perubahan perilaku anak. Anak kita ajarkan untuk memanfaatkan kekayaan alam yang ada di lingkungan sekitar kita, sehingga tidak perlu mengeluarkan uang untuk bisa mencukup kebutuhan pangan kesehariannya. Hal ini tentunya dapat jadi ilmu tambahan dan bekal bagi mereka kelak ketika pasca menjalani asistensi rehabilitasi sosial berbasis residensial dalam balai ini.” Selain itu,  dalam masa pandemi COVID-19 ini,  anak-anak harus banyak bergerak agar meningkat imun tubuh mereka dan terhindar dari Virus tersebut.

 

Keseruan dan antuasiasme PM mengikuti kegiatan Mix Farming yang mereka ikuti ditunjukkan dari sorot mata dan giatnya mereka mencangkul dan mengolah tanaman. Mereka tak segan-segan bertanya apabila ada hal yang kurang mereka pahami dalam bercocok tanam.

 

“R” salah satunya, PM Putra berusia 14 tahun yang menanyakan fungsi dari tanaman pepaya selain diambil buahnya apakah dapat dimanfaatkan bagian lain dari dari pohon tersebut. Ia mendapatkan pehamanan bahwa pohon pepaya tidak hanya sekedar dapat diambil buahnya saja, melainkan biji dari buah pepaya dapat juga dimanfaatkan untuk menyehatkan saluran pencernaan, dan menjaga kesehatan ginjal. Selain biji buah, kulit buah juga dapat digunakan untuk menyembuhkan jerawat dan menghaluskan telapak kaki yang pecah-pecah.

 

Daun pepaya jua bermanfaat sebagai penangkal infeksi virus, pereda demam berdarah dan anti malaria. Cara mengolah daun pepaya ini pun cukup mudah, daun pepaya dapat dijadikan sebagai sayur yang bercita rasa yang nikmat. Atas penjalasan yang didapat oleh “R” tersebut, ia semakin paham pentingnya bercocok tanam.

 

 

Selain pepaya, terdapat pula cabai, terong, dan singkong yang juga mereka pelajari dalam kegiatan hari ini. terakhir mereka juga memperkaya pengetahuan mereka dengan budidaya terpadu antara tanaman eceng gondok yang selama ini mereka gunakan sebagai bahan baku pembuatan Saego (Sandal Eceng Gondok) yang menjadi salah satu Masterpiece dari Balai Anak “Paramita” saat ini ternyata dapat dibudidayakan secara bersama-sama dengan ikan nila.

 

Dengan Mix Farming antara Eceng Gondok dengan Ikan nila tersebut maka dapat memberikan efek simbiosis komensalisme bagi ikan. Dimana, akar eceng gondok dapat menyerap kotoran di dalam kolam ikan dan menjaga suhu air pada kolam ikan. Selain itu, tanaman eceng gondok juga dapat melindungi ikan dari panas matahari.

PM berharap, kegiatan seperti ini rutin dilakukan di setiap hari libur, sehingga mereka tidak duduk merenung dengan kasus dan masalah yang saat ini sedang mereka hadapi. Mereka bersyukur diberikan kesempatan untuk berada di Balai Anak “Paramita” di Mataram karena banyak pelajaran yang mereka petik dari proses asistensi rehabilitasi sosial selama berada di dalam balai. “saya akan lakukan kebiasaan baik yang ada di balai ini setelah keluarnya saya dari balai ini.” Ungkap Penerima Manfaat “F” yang mengikuti kegiatan hari ini.

 

Penulis: Den Ardani AS.





 
Link Terkait
· Lebih Banyak Tentang Berita
· Berita oleh paramita


Berita terpopuler tentang Berita:
Serah Terima 4 Bayi Adopsi Balai Anak Paramita Mataram kepada COTA


Nilai Berita
Rata-rata: 0
Pemilih: 0

Beri nilai berita ini:

Luar Biasa
Sangat Bagus
Bagus
Biasa
Jelek


Opsi

 Versi Cetak Versi Cetak


Topics Terkait

Berita

BRSAMPK PARAMITA MATARAM
Kementerian Sosial Republik Indonesia