Profil
· Profil Balai
· Sasaran Pelayanan
· Visi dan Misi
· Tugas Pokok Dan Fungsi
· Pendistribusian Tugas
· Survei Persepsi Korupsi
· Survei Kepuasan Masyarakat
· Standar Pelayanan
· Struktur Organisasi
· Pegawai dan Kode Etik Pegawai
· Maklumat Pelayanan
· Jam Pelayanan dan Budaya Kerja

Menu Utama
· Depan
· Akun Anda
· Arsip Berita
· Kirim Berita
· Kontak
· Search
· Top 10
· Topics

Login
Nama Login

Password

Daftar
Lupa Password.

ATENSI: Kemensos Tangani Lansia Korban Ledakan Tabung Gas
-----------------------------------------------------------------------------------
Dipublikasi pada Sabtu, 17 Juli 2021 by paramita
-----------------------------------------------------------------------------------

Berita

LOMBOK BARAT, (03 Mei 2021) - Kementerian Sosial melalui Balai Anak "Paramita" di Mataram melakukan respon kasus terhadap salah satu Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS), Lansia Korban Ledakan Tabung Gas.

 

Sesuai arahan  Menteri Sosial, Tri Rismaharini yang menyatakan bahwa seluruh Balai wajib merespon kasus dengan cepat permasalahan sosial yang ditemukan di masyarakat, oleh karenanya Balai Anak "Paramita" mengirimkan pekerja sosial untuk melakukan asesmen mendalam terkait kronologi penyebab kejadian dan kebutuhan lansia tersebut.

  

Sudirman, Pekerja Sosial Balai Anak Paramita mengungkapkan, "Korban bernama Sabeti, usia 71 tahun dan tinggal bersama istrinya. Kejadian terjadi pada dini hari di rumah Kakek Sabeti pada tanggal 25 April 2021, saat itu istri korban hendak membuka tabung gas untuk diganti dengan tabung gas yang baru, kemudian saat melihat istrinya, korban langsung membantu dan membuka serta mengganti karet tabung tersebut, namun disebabkan lantaran karet yang tidak cocok dan gas bocor akhirnya korban mencoba untuk menyalakan kompor, namun sontak gas meledak hingga korban terpental."

 

"Korban mengalami luka hingga 60 persen di sekujur tubuh kecuali perut sampai lutut, hal tersebut dikarenakan pada saat kejadian tertutup kain. Kondisi Pak Sabeti saat ini telah mendapatkan perawatan medis dari Rumah Sakit setempat " ungkap Sudirman, Pekerja Sosial Balai Anak "Paramita" di Mataram.

 

Berdasarkan hasil asesmen pekerja sosial, diketahui bahwa kerugian yang dialami oleh Pak Sabeti dan istri ditaksir sekitar Rp. 1 juta. Selain itu, saat ini Kakek Sabeti dan istrinya membutuhkan barang bantuan berupa sembako, matras, selimut, alat masak, dan biaya rawat jalan.

 

Kaitannya dengan rawat jalan, pekerja sosial Balai Anak "Paramita" akan melakukan koordinasi dengan pihak rumah sakit maupun pekerja sosial pendamping lanjut usia Kabupaten Lombok Barat untuk menyelesaikannya secara tuntas, hal ini dimaksudnya agar kebutuhan utama kakek Sabeti dapat terpenuhi secara holistik, terstandar dan sistematik.

 

Selanjutnya, di akhir sesi pertemuan Sudirman menyampaikan amanah dari Kementerian Sosial untuk memberikan barang bantuan kedaruratan berupa makanan siap saji sebanyak 6 (enam) pack, bahan makanan anak (makanan ringan) sebanyak 1 (satu) pack yang berisi 8 (delapan) kemasan makanan, 1 (satu) buah matras dan 1 (satu) buah kasur.

 

Sabeti mengatakan, "Terima kasih Balai Paramita Kemensos yang sudah membantu kami, ini sangat berguna bagi kami untuk alas tidur, sekali lagi terima kasih."

 

Penulis: Den Ardani AS. – Penyuluh Sosial





 
Link Terkait
· Lebih Banyak Tentang Berita
· Berita oleh paramita


Berita terpopuler tentang Berita:
Serah Terima 4 Bayi Adopsi Balai Anak Paramita Mataram kepada COTA


Nilai Berita
Rata-rata: 5
Pemilih: 1


Beri nilai berita ini:

Luar Biasa
Sangat Bagus
Bagus
Biasa
Jelek


Opsi

 Versi Cetak Versi Cetak


Topics Terkait

Berita

BRSAMPK PARAMITA MATARAM
Kementerian Sosial Republik Indonesia