Profil
· Profil Balai
· Sasaran Pelayanan
· Visi dan Misi
· Tugas Pokok Dan Fungsi
· Pendistribusian Tugas
· Survei Persepsi Korupsi
· Survei Kepuasan Masyarakat
· Standar Pelayanan
· Struktur Organisasi
· Pegawai dan Kode Etik Pegawai
· Maklumat Pelayanan
· Jam Pelayanan dan Budaya Kerja

Menu Utama
· Depan
· Akun Anda
· Arsip Berita
· Kirim Berita
· Kontak
· Search
· Top 10
· Topics

Login
Nama Login

Password

Daftar
Lupa Password.

ATENSI: Kemensos Beri Perlindungan Bayi Korban Kehamilan Tidak Dikehendaki
-----------------------------------------------------------------------------------
Dipublikasi pada Sabtu, 17 Juli 2021 by paramita
-----------------------------------------------------------------------------------

Berita

MATARAM, (04 Mei 2021) - Kementerian Sosial melalui Balai Anak "Paramita" di Mataram menerima rujukan bayi dari Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Lombok Utara. Bayi perempuan yang lahir pada 27 April 2021 lalu tersebut dirujuk langsung oleh orang tua kandungnya untuk dirawat sementara di dalam balai.

 

Ibu kandung bayi merupakan seorang wanita dewasa yang menjadi korban kejahatan seksual lelaki yang telah beristri. Oleh karena kondisi perekonomian ibu kandung yang tidak memungkinkan untuk merawat bayi tersebut, maka Linda (ibu kandung bayi - bukan nama sebenarnya) bersama keluarga memutuskan untuk menyerahkan bayinya kepada negara.

  

Dalam hal ini, Balai Anak "Paramita" di Mataram berperan sebagai Lembaga Pengasuhan Anak untuk merawat dan melindungi bayi serta memenuhi hak-hak anak hingga nanti ada orang tua asuh yang mau dan mampu untuk merawat dan mengasuh untuk memberikan kasih sayang yang tulus.

 

"Kami akan memastikan tumbuh kembang bayi berjalan maksimal selama berada di Balai." tutur I Ketut Supena, Kepala Balai Anak "Paramita" di Mataram.

 

"Kami percaya bahwa Balai Anak Paramita akan memberikan perlindungan dan pengasuhan sementara dengan baik bagi bayi korban kejahatan seksual ini." pungkas Dyan, pekerja sosial pendamping anak Kabupaten Lombok Utara.

 

Ibu kandung menyerahkan bayinya kepada negara. "Saya serahkan bayi saya ini kepada Negara untuk dirawat dan diasuh. Semoga ke depannya dia mendapatkan orang tua yang sayang kepadanya. Terima kasih Balai Anak Paramita sudah membantu kami," tuturnya.

 

Selanjutnya, dokter balai melakukan pemeriksaan kesehatan bayi, perawat  melakukan pengukuran lingkar kepala, panjang badan dan lingkar dada.

 

Kemudian, Balai Anak "Paramita" di Mataram akan melakukan sosialisasi bahaya pergaulan bebas di sekolah-sekolah sebagai upaya preventif menekan jumlah terjadinya kehamilan diluar pernikahan yang sah.

 

Di akhir sesi penyerahanterimaan bayi, ibu kandung bayi menandatangani berita acara serah terima bayi dan surat pernyataan yang menyatakan bahwa ibu kandung bayi setuju apabila anak kandungnya akan diberikan layanan pengasuhan melalui program foster care atau adopsi.

 

Penulis: Den Ardani AS. – Penyuluh Sosial 





 
Link Terkait
· Lebih Banyak Tentang Berita
· Berita oleh paramita


Berita terpopuler tentang Berita:
Serah Terima 4 Bayi Adopsi Balai Anak Paramita Mataram kepada COTA


Nilai Berita
Rata-rata: 5
Pemilih: 1


Beri nilai berita ini:

Luar Biasa
Sangat Bagus
Bagus
Biasa
Jelek


Opsi

 Versi Cetak Versi Cetak


Topics Terkait

Berita

BRSAMPK PARAMITA MATARAM
Kementerian Sosial Republik Indonesia