Profil
· Profil Balai
· Sasaran Pelayanan
· Visi dan Misi
· Tugas Pokok Dan Fungsi
· Pendistribusian Tugas
· Survei Persepsi Korupsi
· Survei Kepuasan Masyarakat
· Standar Pelayanan
· Struktur Organisasi
· Pegawai dan Kode Etik Pegawai
· Maklumat Pelayanan
· Jam Pelayanan dan Budaya Kerja

Menu Utama
· Depan
· Akun Anda
· Arsip Berita
· Kirim Berita
· Kontak
· Search
· Top 10
· Topics

Login
Nama Login

Password

Daftar
Lupa Password.

ATENSI: Kemensos Tangani Tiga Anak Yatim Piatu yang Hidup di Hutan
-----------------------------------------------------------------------------------
Dipublikasi pada Sabtu, 17 Juli 2021 by paramita
-----------------------------------------------------------------------------------

Berita

LOMBOK BARAT (12 Mei 2021) - Kementerian Sosial melalui Balai "Paramita" di Mataram melakukan respon kasus 3 (tiga) anak yatim piatu yang tinggal di tengah hutan Batulayar.

 

Kepala Balai, I Ketut Supena didampingi Penyuluh Sosial dan Humas serta Supervisor Pekerja Sosial Pendamping Anak Provinsi Nusa Tenggara Barat memimpin kegiatan respon kasus tersebut.

 

Medan yang dilalui untuk tiba di lokasi tempat tinggal ketiga anak yatim piatu tersebut tidaklah mudah dijangkau. Setidaknya 30 menit waktu yang harus dilalui oleh tim untuk tiba di lokasi dengan jarak kurang lebih 1 Km dari ruas jalan desa. Jalan tersebut pulalah yang dilalui oleh anak-anak yatim piatu tersebut untuk dapat menimba ilmu di sekolah.

 

"hasil asesmen yang telah kami lakukan menunjukkan, anak belum pernah tersentuh bantuan apapun, mulai dari Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP). Dan ini merupakan salah satu dari tugas kami untuk menuntaskan permasalahan sosial bagi anak-anak ini." tutur Supena.

 

Ketiga anak tersebut adalah PM (perempuan - 13 tahun), NA (perempuan - 9 Tahun), dan AA (laki-laki - 3 tahun). Ketiga anak tersebut telah ditinggalkan oleh ibu kandungnya kurang dari setahun yang lalu, sedangkan ayah kandung mereka juga telah tiada pada 3 bulan yang lalu.

 

Kondisi saat ini ketiga anak tersebut tinggal bersama dengan kakak-kakak kandungnya. Kondisi perekonomian rumah tangga tersebut dapat dikatakan kurang, bahkan listrik untuk penerangan rumah mereka pun harus menumpang pada tetangga dengan membayar Rp 20 ribu.

 

Babah (bukan nama sebenarnya) yang merupakan kakak kandung ketiga anak tersebut mengatakan dirinya belum punya pekerjaan tetap. "Jadi untuk menghidupi adik-adik, saya hanya bekerja serabutan di proyek, itupun kalau ada," ucapnya.

 

Kondisi tempat tinggal anak pun juga kurang layak huni, hal tersebut dikarenakan aksesibilitas Mandi Cuci Kakus (MCK) tidak terdapat dalam rumah tersebut. Setidaknya mereka harus berjalan ke sumber air yang jaraknya cukup jauh dari rumah tempat tinggal mereka.

 

Selanjutnya, ketika tim meminta identitas dari ketiga anak tersebut, Babah menunjukkan Kartu Keluarga (KK) yang didalamnya pun masih memuat nama kedua orang tua mereka namun belum memuat nama AA (anak terakhir dari ketiga bersaudara anak yatim piatu tersebut).

 

Supena menjelaskan pihaknya akan tuntaskan permasalahan identitas ini dengan menghubungkannya dengan Dukcapil Lombok Barat. "Selain itu, kami juga akan menghubungkan dengan Dinas Sosial untuk  mendapatkan bantuan jaminan kesejahteraan sosial." tandasnya.

 

Di akhir sesi, Balai "Paramita" menyerahkan bantuan kedaruratan sesuai dengan kebutuhan ketiga anak, antara lain: makanan anak sebanyak 3 paket, makanan siap saji sebanyak 1 box berisi 12 pack, kasur dan matras masing-masing 2 buah.

 

"Terima kasih Kemensos atas bantuannya, kami senang karena bisa tidur di alas yang empuk ini," ungkap PM.

 

Penulis: Den Ardani AS. – Penyuluh Sosial 





 
Link Terkait
· Lebih Banyak Tentang Berita
· Berita oleh paramita


Berita terpopuler tentang Berita:
Serah Terima 4 Bayi Adopsi Balai Anak Paramita Mataram kepada COTA


Nilai Berita
Rata-rata: 0
Pemilih: 0

Beri nilai berita ini:

Luar Biasa
Sangat Bagus
Bagus
Biasa
Jelek


Opsi

 Versi Cetak Versi Cetak


Topics Terkait

Berita

BRSAMPK PARAMITA MATARAM
Kementerian Sosial Republik Indonesia