Profil
· Profil Balai
· Sasaran Pelayanan
· Visi dan Misi
· Tugas Pokok Dan Fungsi
· Pendistribusian Tugas
· Survei Persepsi Korupsi
· Survei Kepuasan Masyarakat
· Standar Pelayanan
· Struktur Organisasi
· Pegawai dan Kode Etik Pegawai
· Maklumat Pelayanan
· Jam Pelayanan dan Budaya Kerja

Menu Utama
· Depan
· Akun Anda
· Arsip Berita
· Kirim Berita
· Kontak
· Search
· Top 10
· Topics

Login
Nama Login

Password

Daftar
Lupa Password.

ATENSI: Balai Paramita Kemensos Respon Kasus Bayi dengan Bibir Sumbing
-----------------------------------------------------------------------------------
Dipublikasi pada Minggu, 18 Juli 2021 by paramita
-----------------------------------------------------------------------------------

Berita

LOMBOK BARAT (2 Juni 2021) - Kementerian Sosial melalui Balai "Paramita" di Mataram lakukan penjangkauan kasus bayi berinisial AH berumur 1,5 bulan yang mengidap penyakit labiopalatoskisis atau yang biasa dikenal dengan bibir sumbing.

  

Bayi AH merupakan anak bungsu dari 3 bersaudara. Ia memiliki 2 orang kakak yang berusia 12 tahun dan 2 tahun. Akibat dari keterbatasan kondisi perekonomian menjadikan kemampuan orang tua dalam memenuhi kebutuhan dasar hidupnya maka AH mengalami keterlambatan perkembangan fisiknya.

 

Profesi ayah AH sebagai buruh pembuatan batu bata dan Ibu AH yang hanya sekedar Ibu Rumah Tangga kurang mampu mencukupi kebutuhan sehari-hari.

 

Kepala Balai "Paramita", Ketut Supena menuturkan bahwa pihaknya akan menuntaskan permasalahan sosial anak ini dengan menghubungkan ke sistem sumber yang tersedia.

 

"Kami dengan Sakti Peksos, Kepala Dusun dan pihak BPJS sudah mengoordinasikan pembuatan BPJS kesehatan untuk bayi dan BPJS-nya sudah keluar. Selanjutnya saat berat badan bayi AH sudah mencapai 5 kg, maka bayi AH akan dibantu untuk mendapatkan layanan operasi bibir sumbing gratis bekerjasama dengan Rumah Sakit Universitas Mataram," Jelas Ketut.

 

Ketut menambahkan, selama bayi AH menjalani operasi dan perawatan, orangtua akan tinggal di Balai Paramita karena rumah orangtua jauh dari Rumah Sakit.

 

Peningkatan gizi bayi akan didukung dengan memberikan susu karena sampai saat ini bayi AH hanya dapat asupan gizi dari ASI ibu. Kemensos melalui Balai Paramita juga sudah memberikan diapers dan baju, minyak telon, tisu basah dan kebutuhan lainnya." tutur Ketut.

 

Suharni yang merupakan pendamping rehabilitasi sosial anak Kabupaten Lombok Barat juga berkomitmen untuk dapat mengawal proses administrasi pemberian bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) bagi keluarga bayi AH tersebut.

 

Penulis: Den Ardani AS. – Penyuluh Sosial





 
Link Terkait
· Lebih Banyak Tentang Berita
· Berita oleh paramita


Berita terpopuler tentang Berita:
Serah Terima 4 Bayi Adopsi Balai Anak Paramita Mataram kepada COTA


Nilai Berita
Rata-rata: 5
Pemilih: 1


Beri nilai berita ini:

Luar Biasa
Sangat Bagus
Bagus
Biasa
Jelek


Opsi

 Versi Cetak Versi Cetak


Topics Terkait

Berita

BRSAMPK PARAMITA MATARAM
Kementerian Sosial Republik Indonesia