Profil
· Profil Balai
· Sasaran Pelayanan
· Visi dan Misi
· Tugas Pokok Dan Fungsi
· Pendistribusian Tugas
· Survei Persepsi Korupsi
· Survei Kepuasan Masyarakat
· Standar Pelayanan
· Struktur Organisasi
· Pegawai dan Kode Etik Pegawai
· Maklumat Pelayanan
· Jam Pelayanan dan Budaya Kerja

Menu Utama
· Depan
· Akun Anda
· Arsip Berita
· Kirim Berita
· Kontak
· Search
· Top 10
· Topics

Login
Nama Login

Password

Daftar
Lupa Password.

ATENSI: Paramita Kemensos Buat Shibori Cantik
-----------------------------------------------------------------------------------
Dipublikasi pada Rabu, 21 Juli 2021 by paramita
-----------------------------------------------------------------------------------

Berita

MATARAM (21 Juli 2021) – Asistensi Rehabilitasi Sosial mengakselerasi berbagai kreativitas penerima manfaat di Balai "Paramita" di Mataram. Balai Kementerian Sosial  ini melalui salah satu terapi vokasionalnya membuat  Shibori. Shibori merupakan teknik pewarnaan pada kain yang mengandalkan ikatan dan celupan. Teknik tersebut dapat menghasilkan sebuah karya yang menyerupai batik dengan teknik yang lebih sederhana.

Teknik Shibori ini memiliki motif unik, yang tidak dapat dibuat dengan motif identik satu dengan lainnya. Selain unik, Shibori memiliki nuansa etnik, sehingga kain shibori diminati oleh banyak kalangan.

 

 

  

Kepala Balai, I Ketut Supena menuturkan, “kami selalu mendorong anak-anak kami jangan berhenti berkarya, jangan cepat berpuas diri. Berhentilah berhenti, ini kata-kata yang selalu kami katakan kepada anak-anak, agar anak-anak tidak cepat berpuas diri, berhenti pada satu karya saja. Namun, selalu bergerak untuk menghasilkan karya-karya yang dibutuhkan masyarakat.” ungkap Supena.

 

Mira Nitakusminar, Pekerja Sosial Balai Paramita menyampaikan, “Peluang usaha dalam pembuatan produk dengan menggunakan teknik pewarnaan shibori ini sangat memungkinkan untuk dikembangkan sehingga dapat dijadikan sebagai salah satu materi dalam pelatihan vokasional. Karya yang dapat dibuat dengan teknik Shibori ini antara lain: pakaian, mukena, sarung bantal, taplak meja maupun pouch. .” jelas Mira.

 

  

Berkolaborasi dengan terapi vokasional tata busana, PM Putri mampu menghasilkan Tas Shibori yang cantik. Hal tersebut juga dapat dijadikan sebagai pengganti kantong plastik yang dapat menjadi limbah dan mencemari lingkungan.

 

 

 Harapan Supena kedepannya, agar anak-anak Penerima Manfaat Balai “Paramita” selalu terus berkarya menghasilkan barang yang diminati pasar dan dapat berguna bagi masyarakat. Sehingga pasca rehabilitasi sosial mereka dapat mandiri secara sosial dan secara ekonomi.

 

Penulis: Den Ardani AS.

 





 
Link Terkait
· Lebih Banyak Tentang Berita
· Berita oleh paramita


Berita terpopuler tentang Berita:
Serah Terima 4 Bayi Adopsi Balai Anak Paramita Mataram kepada COTA


Nilai Berita
Rata-rata: 5
Pemilih: 1


Beri nilai berita ini:

Luar Biasa
Sangat Bagus
Bagus
Biasa
Jelek


Opsi

 Versi Cetak Versi Cetak


Topics Terkait

Berita

BRSAMPK PARAMITA MATARAM
Kementerian Sosial Republik Indonesia