Balai Paramita Gelar Pelatihan Baca Tulis Braille, Massage dan Barista
Tanggal: Senin, 16 Agustus 2021
Topik: Berita


MATARAM (13 Agustus 2021) - Balai "Paramita" Kementerian Sosial di Mataram menggelar pelatihan baca tulis braille, massage dan barista. Ini dilakukan sebagai upaya untuk memberikan layanan yang komprehensif bagi semua ragam Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS).

 

Sesuai arahan Ibu Menteri Sosial,  Balai di lingkungan Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial menyelenggarakan Asistensi Rehabilitasi Sosial terhadap semua klaster PPKS. Balai "Paramita" sebelumya merupakan Balai yang memberikan layanan kepada Anak Yang Memerlukan Perlindungan Khusus, namun saat ini Balai "Paramita" memberikan layanan kepada PPKS lainnya seperti penyandang disabilitas.

 

Dalam rangka mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) balai yang kompeten yang mampu memberikan layanan Asistensi Rehabilitasi Sosial kepada semua PPKS, maka Balai "Paramita" melaksanakan pelatihan baca tulis braille, massage dan barista, serta dalam waktu dekat juga akan dilaksanakan pelatihan keterampilan Bahasa Isyarat.

 

Ketut Supena, Kepala Balai "Paramita" yang selalu mendampingi pada sesi pelatihan mengatakan, "SDM Balai Paramita harus secara cepat  menguasai knowledge dan skill dalam rangka dengan  pelaksanaan multifungsi balai dengan pelatihan baca tulis braille, massage, barista dan beberapa hari lagi akan dilaksanakan pelatihan bahasa isyarat, sehingga kita  mampu mewujudkan keberfungsian sosial PPKS di luar klaster anak", ungkap Supena.

 

Mira Nitakusminar, Pekerja Sosial Balai "Paramita" sebagai peserta pelatihan baca tulis braille mengatakan "sangat sulit karena ini merupakan ilmu baru bagi kami, namun syaa senang sekali mendapatkan pengetahuan baca tulis braille ini, semoga pengetahuan baca tulis braille ini bisa kami manfaatkan untuk mencapai kesuksesan penyandang disabilitias sensorik netra. Sebagai Pekerja Sosial yang diproyeksikan untuk mengatasi permasalahan sosial yang multilayanan, merupakan suatu keharusan bagi kami para pekerja sosial untuk dapat menggunakan berbagai sarana penunjang pelayanan." tutur Mira.

 

Tak hanya baca tulis braille, pelatihan massage juga diberikan kepada pegawai balai untuk memperkaya kemampuan dan keterampilan dalam memberikan pelayanan langsung kepada PPKS. Pelatihan ini tentunya diharapkan dapat dijadikan sebagai bekal untuk terapi vokasional.

 

Aidayati Ruhmana, perawat Balai "Paramita" pada kesempatan tersebut mengatakan, "pelatihan ini sangat berharga bagi kami, hal ini dapat diaplikasikan tidak hanya untuk diajarkan kepada PPKS namun juga diaplikasikan kepada yang membutuhkan kaitannya dengan keluhan-keluhan kesehatan." ujarnya.

 

Selain baca tulis braille dan massage , pegawai Balai Paramita juga mendapatkan pelatihan barista. Hal tersebut diberikan guna menunjang Sentra Kreasi ATENSI (SKA) Paramita. Instruktur yang mengampu pelatihan tersebut turut memberikan pelatihan langsung kepada Penerima Manfaat (PM) yang akan menjalankan SKA kedepannya.

 

Seluruh kegiatan pelatihan yang dilaksanakan selama 5 hari. Kegiatan yang dimulai pukul 09:00 WITA sampai pukul 16:00 WITA dilakukan dengan metode dua arah yang tidak hanya memberikan materi namun juga praktik secara langsung. Acara diikuti oleh seluruh peserta dengan sangat antusias. Seluruh peserta kegiatan fokus pada penyampaian materi instruktur yang mengampu keterampilan. Harapan dari Kepala Balai Paramita tentunya agar kegiatan ini dapat optimal diserapkan dan diaplikasikan serta bermanfaat bagi banyak orang.

 

Penulis: Den Ardani AS.









Artikel dari BRSAMPK Paramita di Mataram
http://paramita.kemsos.go.id

URL:
http://paramita.kemsos.go.id/modules.php?name=News&file=article&sid=106